Malam itu, setelah mediasi alot yang diwarnai nada tinggi, pimpinan Fraksi Golkar kubu Ical –Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo– akhirnya berpelukan dengan Ketua Fraksi Golkar kubu Agung, Agus Gumiwang Kartasasmita. Memang pelukan itu tak menandakan rampungnya kisruh Golkar, namun setidaknya tercapai semacam “gencatan senjata” antara kedua kubu bertikai. (Baca: Dinyatakan Status Quo, Nasib Fraksi Golkar Ditentukan Kamis)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi itu cukup menggelikan karena sebenarnya Ade-Bamsoet dan kubu Agung hanya terpisah oleh selapis dinding. Makin lucu lagi karena meski cuma terpisah dinding, kubu Agung justru menonton Bamsoet dari layar kaca melalui televisi.
Sontak semua mata di ruangan rapat Fraksi Golkar beralih dan terfokus pada televisi yang menggantung di dinding ruangan tersebut. Dalam wawancara langsung itu, Bamsoet menjelaskan kronologi masuknya kubu Agung ke Sekretariat Fraksi Golkar yang dijaga puluhan petugas keamanan.
Ucapan Bamsoet dalam wawancara itu pun langsung dikomentari oleh kubu Agung. “Masalahnya, kami memaksa masuk atau mereka memaksa kami tidak masuk? Itu pintu dipalang kan terlihat itikadnya seperti apa,” ujar Sekretaris Fraksi Golkar kubu Agung, Fayakhun Andriadi, sambil tertawa.
Baca selengkapnya kisruh terkini partai beringin di FOKUS: Dua Golkar Berebut Lantai 12
Perebutan Sekretariat Fraksi Golkar berlangsung bagai pertandingan bola. Kubu Agung yang digawangi Yorrys dan Fayakhun terus memberikan sejumlah “serangan”agar bisa masuk ke Sekretariat Fraksi, sedangkan kubu Ical yang digawangi Bamsoet dan Akom bertahan dari serangan itu dengan memalang dan memproteksi pintu dengan password, dan menaruh puluhan petugas keamanan di Fraksi Golkar.
Tak cukup hanya itu, lemari kayu pun dijadikan palang di pintu. Betul-betul drama yang luar biasa. Sayangnya gawang Bamsoet berhasil dibobol oleh Yorrys –setengahnya berkat “jasa” awak media yang ikut mendorong-dorong pintu karena ingin mengambil gambar dan penasaran dengan situasi di dalam Sekretariat Fraksi Golkar.
Apapun, drama perseteruan itu berakhir Senin malam ketika Wakil Ketua DPR Fadli Zon turun tangan memimpin rapat mediasi. Usai mediasi, Agus Gumiwang, Fayakhun, Akom, dan Bamsoet pun saling bercium pipi kanan-kiri dan berpelukan. Mereka sepakat nasib pimpinan Fraksi Golkar ditentukan Kamis ini (2/4) lewat rapat paripurna DPR. (agk)