Perwakilan kubu Aburizal Bakrir yang hadir mendatangi pimpinan DPR adalah Sekretaris Jenderal Idrus Marham didampingi oleh Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin dan anggota Fraksi Partai Golkar Ridwan Bae. Sementara pimpinan yang menerima Idrus dan kawan-kawan adalah Ketua DPR Setya Novanto serta Wakil Ketua Fadli Zon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Idrus menekankan dengan adanya surat penjelasan dari Muladi tersebut maka penafsiran berbeda-beda yang muncul akhir-akhir ini akan hilang dengan sendirinya. Sementara itu perkataan Menkumham yang mengatakan putusan MPG memenangkan salah satu pihak pun sudah gugur dan tidak benar.
Namun Idrus mengatakan pemberian surat tersebut bukan merupakan upaya pelemahan terhadap kepengurusan kubu Agung Laksono. Idrus menegaskan langkah yang diambil kubunya semata-mata agar pimpinan DPR tidak mengambil langkah yang salah, seperti yang diambil Menkumham.
"Silakan DPR yang menentukan karena kami hanya menyampaikan kebenaran. Kami berikan kebenaran agar pimpinan DPR tak keliru seperti Menkumham," ujar Idrus menegaskan.
Sebelumnya kubu Agung Laksono merasa berada di atas angin atas setelah Menkumham mengesahkan kepengurusan mereka. Atas keputusan tersebut pun mereka langsung melakukan manuver untuk mengganti kepengurusan Fraksi Partai Golkar di DPR. (Baca Juga: Menkumham Terbitkan SK, Agung Laksono Sah Pimpin Golkar)
Namun pergantian tersebut mengalami kendala lantaran kubu Aburizal Bakrie menolak pergantian tersebut dan mengatakan status Partai Golkar kali ini masih status quo karena masih ada gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Pengadilan Tata Usaha Negara. Sementara surat pergantian fraksi yang diajukan kubu Agung Laksono pun baru akan dibahas dalam rapat pimpinan sore ini.
Fadli Zon yang menerima langsung surat dari Idrus Marham mengatakan akan memproses surat tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia pun mengungkapkan surat tersebut akan dibacakan dalam rapim untuk dibahas lebih lanjut.
"Kami terima dan akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku," kata Fadli singkat. (Baca Fokus: Dua Golkar Berebut Lantai 12)
(hel/hel)