Wakil Ketua DPRD Muhammad Taufik menyatakan, pada rapat itu institusinya akan menyerang Ahok dari dua sisi, yakni rendahnya penyerapan anggaran dan tidak tercapainya target pendapatan daerah.
"Menurut saya, nanti yang paling menonjol dan akan disoroti soal penyerapan, paling kecil sepanjang sejarah DKI, yaitu di bawah 40 persen dari APBD 2014 yang sebesar Rp 72,9 triliun. Kedua, tidak tercapainya target income, ada defisit Rp 20 triliun," ujar Taufik di kantornya, Senin pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik pun mengatakan, Ahok harus siap bertanggungjawab atas penggunaan ABPD 2014 tersebut. Ia menilai, Ahok tidak boleh berlindung di balik pergantian pimpinan pemerintah daerah dari Joko Widodo kepada dirinya September tahun lalu.
Selain harus menaati peraturan-peraturan daerah yang telah ada, ia menyindir, kepala daerah tidak dapat menjalankan pemerintahannya dengan modal omongan.
"Jadi nggak gampang ngurusin pemerintahan daerah, dan nggak cukup hanya dengan omong. Semua harus taat aturan kalau mau beres," tuturnya. (pit)