"Saya pernah didukung tokoh-tokoh nasional, Amien Rais, Akbar Tandjung. Mereka memperjuangkan demokrasi di jalanan waktu muda, keluar masuk penjara, dikejar intel. Saya tahu karena dulu saya yang kejar mereka," kata Prabowo dalam pidato pelantikan pengurus DPP Gerindra di Jakarta, Rabu (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para mantan aktivis tersebut, kata Prabowo yang kini tergabung dalam Koalisi Merah Putih mencalonkannya sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2014.
Namun kekecewaan itu menurut Prabowo dikesampingkan demi kepentingan bangsa. Joko Widodo sebagai presiden terpilih, mandataris rakyat tetap dihormati. "Kami tokoh KMP bahkan menawarkan dukungan," katanya.
Sebagai Danjen Kopassus, Prabowo pernah dituding sebagai dalang penculikan beberapa aktivis di tahun 1997 hingga 1998. Para pelaku penculikan adalah anggota TNI yang tergabung dalam Tim Mawar. Para anggota tim ini sudah diadili dan diberi sanksi.
Dewan Kehormatan Militer sempat disebut memecat Prabowo atas kasus penculikan aktivis ini. Namun hal ini dibantah Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang mengatakan bahwa Prabowo diberhentikan dengan hormat dari militer. (Baca juga: KontraS: Dokumen DKP ABRI Penting untuk Usut Kasus HAM) (sur)