Ombudsman Anggap Kebocoran UN Bukan Cacat Administrasi

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2015 06:38 WIB
Ombudsman Anggap Kebocoran UN Bukan Cacat Administrasi Gedung Ombudsman Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (19/9). CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga pengawas penyelenggaraan pelayanan publik Ombudsman menerima laporan ihwal adanya kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Nasional (UN). Ombudsman RI Bidang Penyelesaian Laporan Pengaduan Budi Santoso menilai kebocoran tersebut bukanlah cacat administrasi.

"Itu bukan cacat administrasi. Soal kebocoran akan saya sampaikan ke Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, supaya langsung ke pengambil keputusan," ujar Budi ketika dihubungi CNN Indonesia, di Jakarta, Rabu (15/4).

Merujuk Pasal 1 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, maladministrasi atau cacat administrasi adalah perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara.


Cacat administrasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian materiil dan/atau immateriil bagi masyarakat dan orang perseorangan. Budi menilai, tak ada kerugian materiil dan immateriil yang dihasilkan dari kebocoran soal ujian nasional tersebut.

"UN sekarang tidak seperti kemarin (tahun sebelumnya). UN bukan satu-satunya ukuran kelulusan, jadi hanya memetakan masing-masing orang untuk masuk ke Perguruan Tinggi," katanya.

Sementara itu, Budi mengaku mendapat laporan langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan soal kebocoran tersebut. “Beliau sudah telepon. Laporan akhir dari Pak Menteri, UN tidak ditunda dan tetap sesuai jadwal," katanya.

Sebelumnya, Anies mengaku tahu kebocoran soal UN pada Senin (13/4). Saat itu, ia tengah meninjau UN di Sekolah Luar Biasa Negeri 01 Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Soal UN yang bocor tersebut diunggah oleh sebuah akun Google. "Menurut catatan kami, soal yang bocor itu diunggah pada Sabtu (11/4)," kata Anies saat konferensi pers di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4).

Anies kemudian langsung menelepon pihak Google dan juga mengirimkan surat resmi pada Senin sore. Dalam waktu 2 jam, soal  UN yang bocor tak bisa diakses.

Saat ini, Anies mengatakan telah mengetahui pemilik akun tersebut. Nama-nama di balik akun tersebut ternyata merupakan orang-orang dari sebuah percetakan yang bekerja sama dengan Kemendikbud untuk mencetak UN. (obs/obs)