UGM Tegaskan UN Bukan Penentu Hasil SNMPTN

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 15/04/2015 16:44 WIB
UGM Tegaskan UN Bukan Penentu Hasil SNMPTN Mendikbud Anies Baswedan (tengah) didampingi Kepala Puspendik Kemendikbud Nizam (kiri) serta Kepala Litbang Kemendikbud Furqon (kanan) saat memaparkan hasil persiapan Ujian Nasional (UN) SMA, Jakarta, Kamis (9/4). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Jakarta, CNN Indonesia -- Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan nilai Ujian Nasional bukan menjadi satu-satunya faktor penentu diterima atau tidaknya seorang siswa di universitas tersebut melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Penegasan tersebut disampaikan setelah UGM menerima surat elektronik dari seorang warga Yogyakarta yang khawatir tidak dapat diterima di kampus itu karena adanya kabar kebocoran soal UN di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena adanya e-mail berisi ketakutan warga tersebut, maka UGM merasa perlu kembali memberikan informasi terkait mekanisme penilaian dalam seleksi mahasiswa baru kepada masyarakat. (Baca: Jokowi: Kami Total Perangi Kecurangan Ujian Nasional)

"Pimpinan UGM sebelumnya telah menyepakati bahwa UN bukan menjadi penentu hasil SNMPTN di UGM karena UN sedang berlangsung," ujar Wakil Rektor UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Iwan Dwiprahasto, seperti dikutip dari laman resmi ugm.ac.id, Rabu (15/4).


Dalam menerima mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN nantinya, UGM akan mempertimbangkan hasil nilai rapor, ranking siswa di sekolah, prestasi non-akademik siswa, dan rekam jejak sekolah asal calon mahasiswa tersebut.

Penilaian terhadap para siswa calon mahasiswa UGM akan dilakukan dari hasil rapor yang telah diunggah ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebelumnya.

"Formula penilaian telah disimulasikan dengan data siswa di PDSS, hasilnya valid dan konsisten," kata Iwan.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan telah melaporkan kebocoran soal Ujian Nasional (UN) ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Laporan itu dilakukan Kemendikbud pada Senin (13/4) malam lalu.

"Menurut catatan kami, soal yang bocor itu diunggah (ke sebuah akun Google) pada Sabtu (11/4)," kata Anies saat konferensi pers di Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Anies kemudian langsung menelepon pihak Google dan juga mengirimkan surat resmi. "Saya minta agar segala akses menuju soal UN yang bocor itu ditutup. Dalam waktu 2 jam, soal UN yang bocor itu sudah tidak bisa diakses," kata Anies.

(obs/obs)