"Saya dengar UN bocor, rasanya galau betul. Intinya saya sangat galau," kata Nasir saat ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Kamis (16/4).
Nilai UN merupakan salah satu penentu untuk masuk ke perguruan tinggi. Nasir kemudian mempertanyakan tingkat kejujuran dan tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan UN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, Nasir mengatakan akan menunggu indeks integritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bila pihak yang melakukan kecurangan sudah diketahui, maka yang bersangkutan akan dikeluarkan dari sistem penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Lebih lanjut, Nasir setuju dengan sikap Anies yang langsung melaporkan masalah ini ke kepolisian. "Itu yang salah siapa? Harus dilacak," katanya.
Kejujuran dalam pelaksanaan UN, menurut Nasir, sangat penting agar dunia pendidikan Indonesia tidak "jatuh" di mata dunia. Oleh karena itu, semua bentuk kecurangan dalam dunia pendidikan harus diusut tegas. (obs)