Indeks Integritas Akan Digunakan untuk Pastikan Kecurangan UN

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2015 19:06 WIB
Indeks Integritas Akan Digunakan untuk Pastikan Kecurangan UN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan meyakinkan panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan data indeks integritas. Dengan begitu, siswa yang telah jujur melaksanakan Ujian Nasional (UN) tidak akan dirugikan.

Pernyataan itu dilontarkan Anies menanggapi anggapan adanya keraguan beberapa PTN untuk memasukkan nilai UN sebagai salah satu penentu kelulusan SNMPTN karena kasus diunggahnya soal UN ke Google Drive.

"Setelah UN selesai, akan keluar semua data dalam indeks integritas yang menunjukkan ada atau tidaknya pola kecurangan karena diunggahnya soal UN tersebut," kata Anies saat konferensi pers di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (16/4).


Anies mengklaim respons penggiat dunia pendidikan terkait kebocoran soal UN di daerah tidak seperti di Jakarta. Menurutnya, daerah lebih tenang dalam menghadapi isu ini.

Misalnya, di Yogyakarta. Anies mendengar respons di daerah tersebut tidak seheboh di Jakarta dalam menanggapi isu kebocoran soal. "Komunikasi jalan terus. Kami ingin agar objektivitas dijaga terus. Kalau ada masalah, kami tunggu pertanggungjawabannya dari pihak yang semestinya bertanggung jawab," kata Anies.

Anies pun menyerahkan kesimpulan kepada kepolisian. "Semua dokumen negara yang sifatnya rahasia tidak boleh disebarkan. Kami tunggu saja proses pengadilan," kata Anies.

Pada kesempatan lain, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan sangat galau mendengar bocornya soal UN. Nasir pun setuju dengan sikap Anies yang langsung melaporkan masalah ini ke kepolisian. "Itu yang salah siapa? Harus dilacak," katanya.

Seusai UN, Nasir berencana menemui Anies untuk membicarakan masalah ini. Nasir secara pribadi akan meminta indeks integritas untuk mengetahui sekolah dan daerah mana saja yang melaksanakan UN dengan jujur. (rdk)