KPK: Saatnya Polri Membangun Kepercayaan Publik

Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Jumat, 17/04/2015 11:14 WIB
KPK: Saatnya Polri Membangun Kepercayaan Publik Wakapolri, Badrodin Haiti (tengah) memberikan selamat kepada Taufiequrachman Ruki (kiri) usai pengambilan sumpah jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK di Istana Negara, Jakarta, 20 Februari 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bisa membenahi hubungan Kepolisian Republik Indonesia di internal Korps Bhayangkara maupun hubungan eksternal dengan lembaga penegak hukum lain. Hubungan baik dimaksud termasuk dengan lembaga antirasuah yang kerap memanas setiap kali ada penanganan perkara yang melibatkan kepolisian.

Menurut Komisioner sementara KPK Indriyanto Seno Adji, saat ini merupakan momentum bagi Badrodin untuk membenahi organisasi di tubuh kepolisian. Hal itu penting dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik.

"Sebaiknya dalam rencana jangka pendek ini, Polri membangun kepercayaan kembali utk memperoleh public trust, khususnya masalah yang terjadi secata internal," kata Indriyanto, Jumat (17/4).


Untuk urusan eksternal kepolisian, Komisioner KPK yang pernah menjabat penasehat ahli kepolisian itu mengharapkan Polri bisa membangun komunikasi kelembagaan yg lebih Strategi, positif dan bersinergitas dengan lembaga penegak hukum lainnya, termasuk KPK.

"Hindari gesekan kelembagaan dan tingkatkan sinergi kelembagaan lewat pemberantasan korupsi," ujar indriyanto.

Kebutuhan sinergi antarkelembagaan itu diamini oleh pelaksana tugas Wakil ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo. Menurut Johan, sinergi antara KPK dan Polri dalam pemberantasan korupsi harus dipererat. "Baik dari sisi koordinasi supervisi maupun pencegahan," ujar Johan.

Sementara Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan bidang pencegahan di KPK  berjalan dengan sukses berkat kerja sama yang baik dengan pihak kepolisian selama ini.

"Bulan ini kami akan memulai program yang sama untuk tahun anggaran 2015 setelah penandatangan komitmen bersama di hadapan presiden beberapa waktu lalu," ujar Adnan. (rdk)