Kronologi Tewasnya Yosep, Pengawas Perikanan Benjina

Suriyanto, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 11:56 WIB
Kronologi Tewasnya Yosep, Pengawas Perikanan Benjina Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Asep Burhanudin memberikan keterangan pers terkait illegal fishing di kantornya, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Senin (12/1). (CNN Indonesia/Giras Pasopati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Pos Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Yosep Seirlela berangkat ke Jakarta untuk membeli suku cadang perahu motor boat. Ia berangkat dari Tual, Maluku pada Kamis pekan lalu sebelum ditemukan tewas saat menginap di Hotel Treva, Cikini, Jakata Pusat, pada Sabtu lalu.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Asep Burhanudin mengatakan, kepergian Yosep ke Jakarta atas seizin Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual.

"Izin untuk jenguk anaknya yang kuliah kedokteran di Jakarta sambil membeli spare part speed boat," kata Asep kepada CNN Indonesia, Selasa (21/4). (Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Tewasnya Penyidik Kasus Benjina)


Dari Tual, Yosep diketahui tak langsung ke Jakarta. Ia singgah lebih dulu ke Surabaya. Di ibukota Jawa Timur itu, Yosep sempat bertemu dengan seseorang. Namun siapa yang ia temui di Surabaya belum diketahui sampai sekarang. Menurut Asep orang yang ditemui oleh Yosep itu masih diselidiki.

Jumat tanggal 17 April, Yosep tiba di Jakarta dan menginap di Hotel Treva, Cikini, Jakarta Pusat. Baru pada hari Sabtu (18/4) sore Yosep menjenguk putrinya di kamar kosnya. "Saat menjenguk putrinya kondisi badan Yosep sudah terlihat kurang sehat," kata Asep. (Baca: Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Tewasnya Penyidik Benjina)

Usai menjenguk putrinya, Yosep lantas kembali ke hotel. Namun tak lama kemudian, putri Yosep dihubungi oleh ibunya di Tual bahwa kondisi ayahnya di kamar hotel tengah kritis.

Setibanya di hotel, putri Yosep tak mendapati ayahnya karena petugas hotel sudah membawanya ke rumah sakit terdekat. Sampai di rumah sakit, dokter menyatakan Yosep sudah meninggal dunia.

Dokter memperkirakan Yosep meninggal sekitar pukul 20.38 WIB. Jenazah selanjutnysa dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dalam pemeriksaan awal, dugaan sementara Yosep meninggal karena penyakit jantung.

"Kondisi mulut agak berbusa, ada dua lebam di kepala seperti bekas benturan, siku dan lutut ada luka," kata Asep. Menurutnya diperkirakan luka pada siku dan lutut serta lebam di kepala karena benturan saat ia terjatuh. Dokter juga, kata Asep, memperkirakan lebam dan luka tersebut bukan jadi penyebab kematian Yosep.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat itu langsung meminta jenazah Yosep diautopsi. Keluarga meski sempat menolak autopsi namun akhirnya mempersilakan jenazah diautopsi oleh dokter.

Menteri Susi, kata Asep, juga meminta Bareskrim Polri menyelidiki kematian Yosep. Penyelidikan terhadap kematian Yosep untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.  "Kami tak ingin dicap melakukan pembiaran karena saat ini sedang dihadapkan dengan kasus perbudakan di Benjina," kata Asep. Benjina merupakan salah satu kawasan juga diawasi Yosep selama ini.

Asep membantah jika Yosep adalah saksi kunci dalam kasus perbudakan dan pencurian ikan di Kepulauan Aru. Namun menurutnya sebagai koordinator pengawas harus diakui bahwa Yosep tahu banyak soal kasus Benjina. "Dia koordinator pos di sana, dia yang termasuk serba tahu," katanya. Hari ini jenazah Yosep dimakamkan di Tual, Ambon, Maluku, setelah kemarin diserahkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ke keluarga.


(sur/sip)