Yosep Penyidik Kasus Benjina Dikenal Tegas dan Disiplin

Helmi Firdaus, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 10:45 WIB
Yosep Penyidik Kasus Benjina Dikenal Tegas dan Disiplin Petugas menunjukkan bekas luka salah satu Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di PT. PBR Benjina tiba di PPN Tual, Maluku, Sabtu (4/4). (ANTARA /Humas Kementerian Kelautan Perikanan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tewasnya Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Benjina, Yosep Sairlela di Hotel Treva, Cikini Sabtu (18/4) malam lalu meninggalkan duka bagi mantan atasannya, Mukhtar, A.P.I.  Mukhtar biasa memanggil Yosep Sairlela dengan sebutan Bang Oce.

“Kami dekat. Saya dengan Bang Oce itu sudah seperti saudara,” kata Mukhtar saat berbincang dengan CNN Indonesia, Selasa (21/4).

Mukhtar yang asli Bima sebelumnya menjabat Kepala Stasiun PSDKP Tual, atasan Yosep. Dia mengenal Bang Oce sejak awal 1990-an. Sejak itu, Mukhtar mengaku, hubungan mereka dekat. “Ya kami merasa punya keterikatan saja soal kelautan dan perikanan," ujar Mukhtar. (Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Tewasnya Penyidik Kasus Benjina)


Satu hal yang membuat mereka berdua dekat, papar Mukhtar, karena menurutnya, Bang Oce adalah orang yang tegas dan disiplin. “Secara pribadi, saya menilainya seperti itu. Bang Oce kalau diberi tugas, akan disiplin. Akan dikerjakan dengan baik dan hingga tuntas,” katanya.

Selain itu, lanjut Mukhtar, Bang Oce juga dikenalnya sebagai sosok yang tegas. Sikap tegas itu, terang Mukhtar, dibangun oleh keteguhan sikap dan keteguhan dalam memegang prinsip. “Bang Oce itu begitu, kalau sudah punya pendirian, yang akan dipegang terus. Maka sebagian menyebutkan keras. Kalau saya sih menyebutnya tegas,” kata Mukhtar.

Yosep Sairlela yang meninggal mendadak itu memang menimbulkan kecurigaan. Yosep diketahui tengah menyelidiki kasus perbudakan dan pencurian ikan kapal Pusaka Benjina Resources.

Kecurigaan atas kematian Yosep ini membuat polisi turun tangan untuk menyelidiki sebab kematian pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan itu. Kepala Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Arie Dharmanto mengatakan, keberadaan Yosep di Jakarta dalam rangka penyelidikan kasus perbudakan dan pencurian ikan yang dilakukan kapal Pusaka Benjina Resources. 

Untuk menguak tewasnya Yosep, Polres Jakarta Pusat telah memeriksa tiga orang saksi sembari menunggu hasil autopsi dari rumah sakit yang diperkirakan bakal keluar sekitar dua pekan. "Tiga orang saksi yang kami periksa karyawan hotel," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja kepada CNN Indonesia, Selasa (2/4). (Baca: Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Tewasnya Penyidik Benjina)

Saat menemukan Yosep tewas di kamar hotel, polisi, menurut Tatan tak menemukan luka serius. Memang ada luka memar di pipi Yosep. Namun polisi yakin bukan luka memar itu yang jadi penyebab kematian

Kapal Pusaka Benjina Resources diduga melakukan praktik perbudakan di kapal ikan yang beroperasi Kepulauan Aru, Maluku. Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tim Satgas Anti Penangkapan Ikan Ilegal tengah mendalami kasus tersebut. (sip)