DPR Puji Pidato Jokowi: Sangat Tajam dan Tidak Bertele-tele

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2015 11:12 WIB
Isi pidato Presiden Jokowi pun dianggap telah mengembalikan memori lama tentang pagelaran Konferenai Asia Afrika. Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara dalam rangkaian peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika di Jakarta, Selasa (21/4). REUTERS/Beawiharta
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Indonesia Joko Widodo secara resmi telah membuka Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika dengan sebuah pidato, Rabu (22/4). Perwakilan DPR RI yang hadir dalam pembukaan tersebut menilai pidato Jokowi tersebut penuh dengan rasa percaya diri.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, pidato yang disampaikan Jokowi sangat tajam dan tidak bertele-tele. Selain itu isi pidato Jokowi pun dianggap telah mengembalikan memori lama tentang pagelaran Konferenai Asia Afrika.

"Pidatonya telah mengembalikan audiens dan para kepala negara kepada memori lama perlunya negara Asia dan Afrika bangkit serta memiliki konfidensi yang tinggi," ujar Fahri saat ditemui di kompleks DPR, Rabu (22/4).


Fahri meneruskan, semua pihak harus memberikan apresiasi tinggi lantaran apa yang disampaikan oleh Jokowi sangat tepat. Selain itu pidato Jokowi telah memperlihatkan kesiapan Indonesia menuju perbaikan ketataduniaan.

Lebih jauh Fahri pun berharap dengan pidato Jokowi tersebut maka Indonesia bisa kembali menjadi pemain dalam dunia percaturan dunia.

"Saya kira harus diapresiasi karena presiden menyampaikan pesan yang tepat," ujar Fahri.

"Ini menunjukkan kesiapan Indonesia untuk perbaikan tata dunia. Selain itu, ini pun tanda Indonesia siap kembali menjadi pemain di percaturan dunia," katanya menegaskan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi membuka Konferensi Asia Afrika 2015 di Jakarta pada Rabu (22/4).

Dalam pidato pembukaan KAA, Jokowi di antaranya mengungkapkan bahwa negara-negara Asia-Afrika harus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka, mengingat sejak 60 tahun lalu KAA dicetuskan, hanya Palestina yang hingga kini belum merdeka dari penjajahan.

“Kita masih berutang pada rakyat Palestina. Kita tidak boleh berpaling dari penderitaan rakyat Palestina, kita harus mendukung lahirnya sebuah negara Palestina,” ujar Jokowi.

Isu soal Palestina memang menjadi topik penting dalam KAA kali ini. Dan deklarasi Palestina juga akan menjadia satu dari tiga outcome document yang akan dihasilkan dari KAA. (obs/obs)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK