Lebih lanjut, Marzuki mengatakan Partai Demokrat dapat berakhir seperti partai Golkar apabila ruang demokrasi tersebut ditutup.
"Kami harapkan tidak ada usaha-usaha menutup itu. Kalau ditutup, maka orang dikhawatirkan akan berman diluar dan akan ada tandingan," ujar Marzuki di Jakarta, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai pimpinan partai, wajar saja kalau dia galau. Yang penting adalah bagaimana antisipasi itu. Satu-satunya adalah dirangkulnya semua kader," ujar Marzuki.
"Pak SBY sudah mengatakan 20 persen. Kemudian ada kader yang mengatakan 40 persen. Jangan lagi ada keingin-keinginan lain dari kader," kata dia menegaskan.
Bursa Ketua Umum Partai Demokrat akan jauh berbeda dibandingkan dengan 2010 lalu. Saat itu, pertarungan diisi oleh kader-kader muda yang bertarung beringas berebut kursi ketua umum. Mereka adalah Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Marzuki Alie. Namun nasib buruk menimpa dua dari ketiga orang itu. Anas dan Andi kini mendekam di bui karena kasus korupsi. Tinggal Marzuki Alie tersisa, dan kemungkinan bakal kembali maju di Kongres 2015.
Siapapun calon ketua umum yang bakal maju di Kongres Demokrat 2015, dia dipastikan akan mendapat lawan berat, yakni Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak Anas tersangkut kasus korupsi Hambalang, SBY langsung mengambil alih kepemimpinan Demokrat. Hingga saat ini, belum ada yang bisa menggantikan figur SBY di Demokrat.
Selain Marzuki Alie, hadir pula I Gede Pasek Suardika yang siap untuk masuk ring pertarungan. Meskipun mengetahui besarnya dukungan yang telah dikantongi SBY, Gede Pasek juga tidak gentar untuk bertarung dengan SBY dalam bursa pemilihan calon ketua umum di Surabaya nanti. (utd)