Kolumnis Tidak Terdaftar

Di Depan Delagasi KAA, SBY Serukan Perdamaian Asia-Afrika

Kolumnis Tidak Terdaftar, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 14:44 WIB
Di Depan Delagasi KAA, SBY Serukan Perdamaian Asia-Afrika Mantan Presiden RI sekaligus Ketua Global Green Growth Institute Susilo Bambang Yudhoyono seusai menjadi pembicara dalam Asia Africa Parliamentary Conference sebagai rangkaian KTT Asia-Afrika, Di Komplek Parlemen Senayan, Kamis, 23 April 2015. (CNN indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Majelis dan Ketua Dewan Global Growth Institute Susilo Bambang Yudhoyono menyuarakan mengenai isu perdamaian dan keamanan di hadapan para delegasi yang hadir dalam peringatan Konferensi Asia-Afrika. SBY menjadi pembicara kunci dalam acara Konferensi Parlemen Asia-Afrika.

Dalam kesempatan tersebut, SBY mengimbau agar negara-negara Asia Afrika menghindari konflik antar negara dan meminta penyebaran perdamaian secepat mungkin. Seperti diakhirinya perang saudara antara Angola dan Mosambik, dan juga perang etnis di Rwanda. (Baca juga: Fadli Zon Puji Dua Pidato Presiden Jokowi di Ajang KAA)

"Stabilitas ini harus dilebarkan terus. Kita harus akhiri konflik di Suriah dan mendamaikan Yaman. Penyebaran ISI juga harus kita tekan," ujar SBY di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/4).


Pesan keamanan dan perdamaian ini turut disampaikan oleh SBY kepada Indonesia. Ia mengatakan separatisme di Indonesia, juga sudah mulai diminimalisir dan masyarakat bisa hidup berdampingan dengan damai.

"Bisa kita lihat Indoensia dan Timor Leste menjadi dua negara yang bertetangga dan berhubungan baik. Pasti akan melewati hal buruk dulu, walau nanti akan kembali ke perdamaian dan persaudaraan," tegas Presiden Keenam Indonesia ini. (Baca juga: Besok Bandung Akan Didaulat jadi Ibu Kota Asia Afrika)

Sebelumnya, SBY juga sempat menyinggung masalah kemiskinan yang sampai saat ini masih menjerat negara-negara di Asia Afrika. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar negara-negara di Asia-Afrika dapat benar-benar bekerja sama untuk memberantas kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: Rekor Dunia Angklung Bandung Tak Langsung Diumumkan) (pit/pit)
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS