Jokowi: Parlemen Perwujudan Suara Rakyat Suara Tuhan

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 11:28 WIB
Jokowi: Parlemen Perwujudan Suara Rakyat Suara Tuhan Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi President Myanmar Thein Sein (tengah) dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi (kiri) memukul gong saat pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tahun 2015 di Jakarta Convention Center, Rabu (22/4). ANTARA FOTO/aacc2015/Prasetyo Utomo
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, parlemen berperan sebagai kekuatan check and balances dari pemerintah sebagai presentasi suara rakyat.

"Parlemen boleh disebut sebagai perwujudan adagium bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan," ujar Jokowi dalam pidatonya ketika meresmikan pembukaan Konferensi Parlemen Asia-Afrika dalam rangka Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Ruang Sidang Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (23/4).

Pembukaan Konferensi Parlemen Asia-Afrika ini dihadiri oleh Ketua DPR Setya Novanto beserta para wakilnya, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, dan para anggota perlemen negara-negara Asia dan Afrika.


"Atas nama rakyat Indonesia, saya menyampaikan selamat datang di Jakarta, di Indonesia, negara yang berpenduduk muslim terbesar di muka bumi sekaligus negara demokrasi terbesar ketiga di dunia," kata Jokowi ketika membuka pidatonya. Hadirin pun tepuk tangan.

Jokowi menyambut gembira dan sangat menghargai inisiatif DPR untuk mengadakan konferensi antarparlemen Asia-Afrika pada hari ini. "Perlu saya sampaikan, dua hari yang lalu saya telah membuka World Economic Forum (WEF), kemarin saya juga membuka Konferensi Asia Afrika, dan hari ini di hadapan saudara-saudara anggota dewan yang terhormat saya membuka konferensi antarparlemen Asia Afrika," ujar dia.

Dengan demikian, lanjut dia, dalam seminggu ini rakyat Indonesia memperoleh penghargaan yang luar biasa karena menjadi tuan rumah berbagai peristiwa bersejarah tingkat dunia.

Jokowi pun sepakat dengan tema Konferensi Parlemen Asia-Afrika ini, yakni 'Strengthening the Role of  Parlement in South-South Cooperation to Promote World Peace and Prosperity’, yang sejalan dengan apa yang telah ia sampaikan dalam pembukaan KAA dua hari yang lalu.

Ia berpandangan, negara-negara Asia-Afrika kini dituntut untuk melakukan kontekstualisasi tiga nilai utama yang dulu diperjuangkan oleh para pendahulu 60 tahun silam, yaitu kesejahteraan, solidaritas, dan stabilitas.

"Kontekstualisasi tiga nilai tersebut tentu bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas dan tanggung jawab parlemen sebagai representasi dari rakyat," kata dia.

"Oleh sebab itu, saya sangat gembira karena agenda-agenda yang akan dibahas dalam sidang parlemen Asia Afrika sejalan dengan persoalan-persoalan yang dibahas dalam KAA, yaitu masalah perdamaian dan kesejahteraan, peningkatan kemitraan strategis baru Asia-Afrika, serta solidaritas untuk Palestina," ujar dia.

Jokowi menyadari bahwa kerja sama yang dibahas dalam KAA dan WEF akan semakin efektif apabila memperoleh dukungan penuh dari parlemen-parlemen Asia-Afrika.

Sebagai penutup, Presiden mengucapkan selamat berkonferensi bagi para hadirin. "Selamat berkonferensi. Saudara adalah suara moral yang ikut mengawal terwujudnya peningkatan kemakmuran dan keamanan dunia, khususnya di Asia Afrika," kata dia.

Sambutan Jokowi ditutup dengan pemukulan gong dan diiringi dengan suara rampak Nusantara. (obs/obs)