“Saya bilang tegas, itu tidak benar. Itu tudingan sembarangan. Sejak tahun 2010, tradisi di Demokrat itu Ketua OC (Organizing Committee) dipegang oleh Sekretaris Jenderal, terlepas dari siapa dia dan apapun latar belakangnya,” kata Syarif kepada CNN Indonesia, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mana ada kami paksa-paksa kader sampai bikin surat dukungan di atas materai?” kata Syarif.
Menurut Pasek, mereka yang tidak mau mendukung SBY akan dianggap hilang suaranya dalam pemilihan ketua umum di Kongres Demokrat.
Pasek mengemukakan hal itu terkait rencananya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Demokrat. Sahabat karib mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum itu berniat menantang SBY dan belakangan rutin menjenguk Anas untuk meminta arahan terkait strategi pertarungan bursa ketua umum.
Segala ucapan Pasek itu dicibir Syarif. “Pasek itu siapa? Mengaku kader Demokrat, padahal dia sekarang di DPD (Dewan Perwakilan Daerah RI) sehingga tak bisa bicara mewakili Partai Demokrat. Siapa juga mau mendukung dan mencalonkan dia,” ujarnya.
Perseteruan Pasek dengan elite Demokrat sudah berlangsung sejak Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi –perkara yang membuatnya meletakkan jabatan Ketua Umum Demokrat dan berhenti dari Demokrat. (agk)