“Saya kenal Novel sejak kecil. Saya tahu Novel anak yang lurus, berani. Dia pernah cerita besar risiko pekerjaan dia,” kata Anies usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional di gedung Kemdikbud, Jakarta, Sabtu (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini Anies tak menyangsikan ucapan Novel. “Dia memang merasa hidup dia ini ekstra karena lolos dari peluru. Yang kami punya hanya nama baik. Orangtua kami turut membangun republik ini dan kami ingin menjaga republik ini,” kata dia.
Anies berpendapat Indonesia merupakan negeri kaya-raya yang banyak masalah karena korupsi. Oleh sebab itu perjuangan Novel memberantas korupsi dilihat Anies memang tak mudah.
Ia menyatakan setiap perjuangan pasti memiliki tantangan, dan hambatan apapun tak boleh membuat seseorang menjadi cengeng.
Simak FOKUS: Penyidik KPK Ditangkap Polisi
Novel ditangkap atas kasus 11 tahun lalu, 2004, saat dia masih menjabat Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bengkulu. Ia dijadikan tersangka pada 1 Oktober 2012 oleh Polres Bengkulu, pasca memimpin penggeledahan Gedung Korps Lalu Lintas Polri yang diikuti penerbitan surat panggilan terhadap terdakwa pencucian uang sekaligus korupsi simulator SIM, mantan Kepala Korlantas Irjen Djoko Susilo. (Baca: Novel Baswedan, Mantan Polisi yang Diincar Polisi)
Polres Bengkulu menduga Novel telah menganiaya seorang pencuri sarang burung walet hingga tewas. Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika itu memerintahkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk menghentikan kasus Novel demi meredakan ketegangan antara kedua institusi penegak hukum. Meski begitu, kasus Novel tak pernah benar-benar ditutup. (Baca keterangan Badrodin: Kasus Novel Harus Dituntaskan agar Tak Kedaluwarsa) (agk)