Menurut koordinator akun twitter @naikumum Andreas Lucky Lukwira, penambahan bus tidak akan menyelesaikan masalah penumpukan penumpang di halte Transjakarta jika perbaikan jarak waktu kedatangan antarbus (headway) tidak dilakukan oleh pengelola angkutan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut lagi, Andreas berkata bahwa permasalahan headway Transjakarta yang begitu renggang sebetulnya dapat diatasi dengan keberadaan bus APTB yang melintas di jalur bus yang mendapat subsidi dari pemerintah tersebut. (Baca: Pengamat Menilai Operasional APTB Salah)
Pelarangan armada APTB melintas di jalur busway muncul karena hingga saat ini belum ada kesepakatan yang tercipta antara pihak operator APTB dan PT Transjakarta mengenai besaran pembayaran tarif rupiah per kilometer yang akan dikenakan mulai tahun ini.
Sebelumnya, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Emanuel Kristanto, mengatakan akan berupaya untuk mencari alternatif angkutan umum bagi warga jika APTB tidak bisa lagi melintas di jalur Transjakarta nantinya.
"Kami akan mencoba memberikan alternatif kepada penumpang APTB untuk misalnya (penumpang dari) Bogor biasanya sampai Grogol, nah ini hanya bisa sampai Halte Cawang-UKI misalnya. Pokoknya kami bahas dulu detailnya. Saya harap kajiannya satu minggu bisa selesai tergantung kesepakatannya," kata Emanuel, Selasa (5/5) lalu. (obs)