GP Ansor, HMI, PMII Disebut Ikut Terima Duit Korupsi ESDM

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Kamis, 07/05/2015 19:31 WIB
GP Ansor, HMI, PMII Disebut Ikut Terima Duit Korupsi ESDM Mantan Sekjen ESDM Waryono Karno. (Antara/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak tujuh organisasi massa dan lembaga swadaya masyarakat disebut menerima duit korupsi yang didakwakan kepada mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno. Dalihnya, untuk penyerapan anggaran kementerian yang dinilai rendah.

Padahal kegiatan ormas dan LSM tersebut tak tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2013. "Uang diberikan kepada GP Ansor sebesar Rp 50 juta, Aliansi BEM Jawa Barat sebesar Rp 15 juta, Himpunan Mahasiswa Indonesia sebesar Rp 10 juta,” ujar tim jaksa yang diketuai Fitroh Rohcahyanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (7/5).

Selain itu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan LSM Hikmat juga disebut menerima duit masing-masing Rp 70 juta dan Rp 150 juta. Organisasi lainnya, LSM Laksi, disebut kecipratan Rp 25 juta.


Sementara anak buah Waryono, Eko Sudarman, mendapat duit Rp 2,96 miliar dari Kementerian ESDM untuk menjalankan sejumlah proyek. Jumlah duit yang mengalir ke organisasi dan LSM tersebut merupakan bagian dari duit yang diterima Eko.

Semula duit merupakan alokasi kegiatan sosialisasi sektor energi dan SDM bahan bakar minyak bersubsidi. Nyatanya 48 paket sosialisasi untuk sejumlah kota tak pernah digelar. Untuk membuat seakan-akan nyata, dokumentasi sosialisasi dimanipulasi dengan lokasi disebutkan di Jakarta.

Tindakan tersebut sepengetahuan Waryono dan dalam dakwaan disebut inisiasi Waryono. Atas dakwaan tersebut, KPK lantas menjerat Waryono dengan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Secara terpisah, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid kepada CNN Indonesia menyatakan ormasnya tak pernah mencatat ada uang masuk dari Waryono Karno. Nusron pun sama sekali tak kenal dan belum pernah bertemu dengan Waryono. (agk/agk)