Meski demikian, Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar, Mukhamad Misbakhun. menilai wacana reshuffle terkesan seperti desakan bagi Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih melakukan perombakan kabinet, Misbakhun menilai, upaya yang seharusnya dilakukan Jokowi saat ini adaah evaluasi.
"Basis Kabinet Kerja adalah kinerja. Kinerja inilah yang harus dievaluasi," ujar Misbakhun.
Karenanya, Misbakhun menganggap, masih terlalu dini perombakan kabinet untuk diterapkan jika melihat rentang waktu kerja yang juga terbilang masih dini.
Politisi Partai Golkar itu menilai jajaran menteri di Kabinet Kerja bahkan belum bisa dinilai kinerjanya.
Sebagai contoh, kata Misbakhun, tim ekonomi Kabinet Kerja yang telah berusaha bekerja dengan cepat untuk merealisakan agenda kerjanya.
Meski sejak Januari sudah rampung merancang APBN-P, kata Misbakhun, namun hingga kini realisasinya belum bisa dilakukan secara optimal.
Kinerja mereka terpaksa tersendat karena harus berkompromi dengan waktu, mengingat mekanisme birokrasi yang cukup ruwet, mulai dari gangguan hiruk-pikuk terbelahnya parlemen (KMP-KIH) hingga penyesuaian nomenklatur kementerian.
"Kalau belum bisa mengimplementasikan, apa yang mesti dievaluasi?" ujarnya. (meg)