SBY Jadi Ketua Umum Disebut Buah dari Musibah Besar

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2015 15:42 WIB
SBY Jadi Ketua Umum Disebut Buah dari Musibah Besar Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggendong cucunya, Airlangga Satriadhi Yudhoono, di sela Kongres Demokrat di Surabaya, Selasa (12/5). (Antara/Zabur Karuru)
Surabaya, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengatakan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono secara aklamasi sebagai Ketua Umum Demokrat merupakan konsekuensi dari musibah besar yang menimpa partainya.

"Demokrat mengalami musibah besar. Kami terpuruk dalam Pemilihan Presiden kemarin dari 20 persen menjadi 10 persen," kata Hayono di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5).

Dengan perolehan suara 20 persen pun, menurut Hayono, Demokrat masih terbilang beruntung. Pasalnya banyak pengamat politik memprediksi perolehan suara partai itu dapat anjlok lebih jauh lagi.


"Berkat kerja keras Pak SBY, suara Demokrat bisa tidak berada di bawah 10 persen. Makanya Demokrat membutuhkan tokoh untuk menyongsong kembali pemilu dan memilih Pak SBY," ujar menteri era Orde Baru itu.

Walau demikian, masalah Partai Demokrat tidak lantas terselesaikan. Saat SBY masih menjabat sebagai Presiden pun, kata Hayono, suara Demokrat anjlok sedemikian rupa. Kini dengan posisi SBY yang tak lagi menjadi Presiden, langkah partai untuk meraup suara pada pemilu mendatang kian berat.

"Targetnya kami ingin seperti Pemilu 2009 lagi. Aklamasi ini cara terbaik dan demokratis untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sekarang ini,” kata Hayono.

Hal serupa sebelumnya dikemukakan Wakil Ketua Umum Demisioner Demokrat Agus Hermanto. “Kami ingin Pak SBY memimpin kembali supaya Demokrat rebound. Terjadi penurunan pada Demokrat dari Pemilu 2009 ke 2014. Di Pemilu 2014, Demokrat hanya meraih 10,9 persen. Pemilu mendatang, 2019, minimal perolehan suara Demokrat kembali seperti saat Pemilu 2009, yakni 20,9 persen,” kata dia.

Untuk itu, ujar Wakil Ketua DPR yang juga adik ipar SBY itu, Demokrat memerlukan kepemimpinan SBY sebagai figur senior agar partai dapat kembali meraih kepercayaan rakyat dan meraup suara signifikan. “Cuma pemimpin hebat yang bisa menjadikan cita-cita itu kenyataan,” ujar Agus.

Namun secara terpisah Ketua Dewan Pimpinan Pusat Demokrat Ulil Abshar Abdalla menyatakan partainya memilih SBY sebagai ketua umum untuk menghindari partai diobok-obok seperti yang telah menimpa Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan.

Ulil menyebut ada upaya memecah-belah Demokrat melalui oknum-oknum internal partai. Oleh sebab itu figur SBY penting untuk menangkal intervensi itu. SBY dipandang sebagai tokoh kuat dengan pengalaman dan kompetensi luar biasa sehingga dapat menjaga keutuhan partai. (Baca: SBY Jadi Ketua Umum agar Demokrat Tak Diintervensi Pemerintah)

SBY telah ditetapkan sebagai Ketua Umum Demokrat, Selasa malam (12/5). Gede Pasek Suardika dan Marzuki Alie yang disebut-sebut berniat mencalonkan diri, tak kunjung mendaftar sebagai bakal calon Ketua Umum hingga pendaftaran ditutup. (Baca: Marzuki Alie Sibuk Berbisnis, Tak Ikut Kongres Hingga Selesai)

[Gambas:Video CNN] (agk/agk)