Jokowi Tegur Lima Kementerian di Paripurna Kabinet

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2015 20:23 WIB
Jokowi Tegur Lima Kementerian di Paripurna Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (13/5) menegur lima kementerian yang dianggap berkinerja negatif. Jokowi memperingatkan lima kementerian tersebut terkait dengan proses organisasi internal kementerian masing-masing.

"Sebelum masuk kepada rencana kerja pemerintah tahun 2016, saya ingin memperingatkan kembali masalah yang berkaitan dengan organisasikementerian," ujar Jokowi ketika membuka sidang.

Presiden menyoroti rentetan masalah yang berdampak pada terhambatnya pencairan anggaran dengan efek domino melemahnya pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: Tim Komunikasi Dibentuk Agar Komunikasi Jokowi Lebih Efektif)


"Hati-hati, karena masalah kelembagaan ini rentetannya bisa masuk pada masalah pencairan anggaran. Pencairan anggaran bisa masuk kepada serapan anggaran. Serapan anggaran bisa masuk kepada pengaruh pertumbuhan ekonomi, melemahnya ekonomi dan lain-lainnya. Hati-hati," kata dia memperingatkan.

Presiden menyampaikan, ia sebenarnya  sudah mengingatkan kementerian-kementerian itu sejak Januari. (Baca juga: Hasil Survei Menteri Bidang Politik dan Ekonomi Negatif)

"Tapi mungkin (saat itu) belum banyak punya feeling bahwa ini akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi, melemahnya ekonomi, sehingga sampai sekarang masih ada yang belum Perpres (Peraturan Presiden) nomenklatur kementeriannya saya tandatangani. Ada lima kementerian," ujar dia.

Selain seluruh menteri Kabinet Kerja, Sidang Kabinet Paripurna kali ini dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.

Beberapa hari belakangan memang berhembus kuat kabar bahwa Presiden Jokowi akan merombak kabinetnya. Hal itu dilakukan karena beberapa menteri dianggap bekerja kurang maksimal dan tidak sesuai harapan. Namun, Jokowi enggan menyebutkan lima kementerian tersebut merujuk pada kementerian apa saja. (Baca juga: Andi Widjojanto Bela Diri Soal Sorotan Negatif Pemberitaan) (pit/pit)