"Sebelum masuk kepada rencana kerja pemerintah tahun 2016, saya ingin memperingatkan kembali masalah yang berkaitan dengan organisasikementerian," ujar Jokowi ketika membuka sidang.
Presiden menyoroti rentetan masalah yang berdampak pada terhambatnya pencairan anggaran dengan efek domino melemahnya pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: Tim Komunikasi Dibentuk Agar Komunikasi Jokowi Lebih Efektif)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden menyampaikan, ia sebenarnya sudah mengingatkan kementerian-kementerian itu sejak Januari. (Baca juga: Hasil Survei Menteri Bidang Politik dan Ekonomi Negatif)
Selain seluruh menteri Kabinet Kerja, Sidang Kabinet Paripurna kali ini dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.
Beberapa hari belakangan memang berhembus kuat kabar bahwa Presiden Jokowi akan merombak kabinetnya. Hal itu dilakukan karena beberapa menteri dianggap bekerja kurang maksimal dan tidak sesuai harapan. Namun, Jokowi enggan menyebutkan lima kementerian tersebut merujuk pada kementerian apa saja. (Baca juga: Andi Widjojanto Bela Diri Soal Sorotan Negatif Pemberitaan) (pit)