Penggunaan uang elektronik (e-money) ini diyakini Ahok, sapaan Basuki, tidak akan mempengaruhi minat warga untuk berkunjung dan makan. Menurutnya, dengan kartu prabayar, pedagang bahkan diuntungkan. Salah satu keuntungan yang didapat pedagang adalah bisa meminimalisir pungutan liar yang kerap dilakukan oleh para preman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh lagi pencatatan untung atau rugi pedagang dari transaksi menggunakan uang elektronik dapat dipermudah. Dari catatan tersebut nantinya Pemprov DKI Jakarta bisa mempertimbangkan untuk menyalurkan kredit ringan kepada para pedagang yang terdaftar. (Baca juga: Wisata Kuliner Baru di Monas Segera Diresmikan Ahok)
Pantauan CNN Indonesia, harga makanan yang dijual di kios-kios Lenggang Jakarta berada di antara Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu dan belum termasuk minum.
Lenggang Jakarta dibangun oleh sebuah perusahaan swasta dengan menghabiskan dana sekitar Rp 20 miliar. Terdapat 329 kios untuk pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman di area tersebut. Namun, hingga saat ini baru ada sekitar 40 pedagang yang menempati kios-kios tersebut. (Baca Juga: Ahok Akan Perluas Jangkauan Bus Gratis dan Pembatasan Motor)
Ahok pun berharap agar kawasan Lenggang Jakarta menjadi area percontohan bagi penataan PKL di DKI Jakarta yang selama ini terkesan masih berjalan setengah-setengah.
"Ini semacam inkubator. Kami ingin orang yang usaha di sini bisa maju dan bisa punya modal untuk sewa lahan di mall, atau sewa di food court yang lain. Kami bikin variasi (makanan) dan dilatih," kata Ahok. (sur)