Ahok: E-Money di Lenggang Jakarta Minimalisir Pungli Preman

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 20/05/2015 13:03 WIB
Ahok: E-Money di Lenggang Jakarta Minimalisir Pungli Preman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Istri Veronica Tan menerima bingkisan dari anak kecil saat meresmikan pendirian Taman Lalu Lintas Gorontalo di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/5). (CNNIndonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jakarta memiliki pusat kuliner baru bernama Lenggang Jakarta yang akan diresmikan operasionalnya oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Jumat (22/5) mendatang. Di pusat kuliner yang terletak di Monas ini, pengunjung yang hendak makan wajib punya kartu prabayar untuk bertransaksi.

Penggunaan uang elektronik (e-money) ini diyakini Ahok, sapaan Basuki, tidak akan mempengaruhi minat warga untuk berkunjung dan makan. Menurutnya, dengan kartu prabayar, pedagang bahkan diuntungkan. Salah satu keuntungan yang didapat pedagang adalah bisa meminimalisir pungutan liar yang kerap dilakukan oleh para preman.

"Selama ini PKL yang menggunakan uang tunai, bisa ditodong orang. Saat mau pulang diminta jatah preman," kata Ahok saat meninjau Lenggang Jakarta itu, Rabu (20/5).


Pemakaian uang elektronik juga menurutnya dapat mempermudah kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengetahui jumlah transaksi yang dilakukan di Lenggang Jakarta.

Lebih jauh lagi pencatatan untung atau rugi pedagang dari transaksi menggunakan uang elektronik dapat dipermudah. Dari catatan tersebut nantinya Pemprov DKI Jakarta bisa mempertimbangkan untuk menyalurkan kredit ringan kepada para pedagang yang terdaftar. (Baca juga: Wisata Kuliner Baru di Monas Segera Diresmikan Ahok)

Soal harga makanan yang relatif lebih mahal, Ahok tak mempermasalahkan. Bahkan menurutnya, harga yang diterapkan di Lenggang Jakarta justru menandakan adanya peningkatan 'kelas' para PKL yang selama ini berjualan tidak teratur dan tidak terjaga kualitas makanannya.

Pantauan CNN Indonesia, harga makanan yang dijual di kios-kios Lenggang Jakarta berada di antara Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu dan belum termasuk minum.

Lenggang Jakarta dibangun oleh sebuah perusahaan swasta dengan menghabiskan dana sekitar Rp 20 miliar. Terdapat 329 kios untuk pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman di area tersebut. Namun, hingga saat ini baru ada sekitar 40 pedagang yang menempati kios-kios tersebut. (Baca Juga: Ahok Akan Perluas Jangkauan Bus Gratis dan Pembatasan Motor)

Ahok pun berharap agar kawasan Lenggang Jakarta menjadi area percontohan bagi penataan PKL di DKI Jakarta yang selama ini terkesan masih berjalan setengah-setengah. 

"Ini semacam inkubator. Kami ingin orang yang usaha di sini bisa maju dan bisa punya modal untuk sewa lahan di mall, atau sewa di food court yang lain. Kami bikin variasi (makanan) dan dilatih," kata Ahok. (sur/sur)