"Kemarin-kemarin juga saya bantu sebagai senior Golkar. Pokoknya Insya Allah selesai dalam artian khusus untuk Pilkada," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (20/5).
JK memang mengakui telah berkomunikasi dengan dua kubu baik pihak Agung Laksono ataupun pihak Aburizal Bakrie. JK mengatakan komunikasi yang dijalaninya ini semata agar menyelamatkan Golkar dalam gelaran Pilkada serentak di akhir tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agung, Islah juga bisa memastikan Golkar ikut serta dalam Pilkada. "Kami sadari dan siap untuk islah demi hadapi Pilkada ini," ujar Agung di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (20/5).
Oleh sebab itu, lanjut Agung, pihaknya siap menjaga komunikasi yang baik demi kepentingan partai terutama kader-kader partai beringin. "Bilamana ada rundingan soal itu, ya masih bisa dilakukan. Intinya adalah untuk memastikan Golkar ikut Pilkada," tegasnya.
Dualisme kepengurusan dalam tubuh Golkar menjadi ganjalan keikutsertaan mereka dalam Pilkada. Pasalnya, dalam draf aturan KPU yang diturunkan dari UU Pilkada, calon kepala daerah yang maju harus mendapatkan dukungan dari ketua umum dan sekjen. (hel)