Proses hukum atas sengketa kepengurusan di PPP belum usai lantaran Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang membatalkan surat keputusan pengesahannya atas pengurus PPP hasil Muktamar Surabaya yang dipimpin M Romahurmuziy. (Baca: Hakim Menangis, Batalkan Kepengurusan PPP Kubu Romi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djan telah bersepakat dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto soal itu. Mereka bersahabat baik dan sama-sama bergabung di Koalisi Merah Putih. “Gerindra akan mengusung calon dari partai saya yang tingkat elektabilitasnya tinggi, punya kompetensi, dan dikenal rakyat,” kata dia.
“Jadi bukan sekadar nitip, tapi berkoalisi untuk memenuhi syarat,” ujarnya. Yang penting, kata Dimyati, faktor elektabilias dan popularitas calon akan dikedepankan PPP dan Gerindra sehingga mereka bisa meraih sukses bersama.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya, Hasrul Azwar, menyesalkan karena partainya belum juga bisa berdamai seperti Golkar walau pilkada sudah dekat. Ia pun memuji langkah elite Golkar yang bersedia bersatu demi amannya keikutsertaan partai dalam pilkada. (Baca: Elite PPP Iri Golkar Islah) (agk)