Dalam pertemuan singkat itu, orang nomor satu dan dua di Jakarta itu diketahui membahas permasalahan reformasi birokrasi yang akan dan sedang dilakukan di wilayah Kepulauan Seribu. Banyaknya pegawai negeri sipil dari Pemprov DKI Jakarta yang berada di Kepulauan Seribu menjadi bahan pembicaraan Ahok, sapaan Basuki, dan Djarot tadi.
"Kalau mau jujur itu pegawai (di Kepulauan Seribu) banyak ambil di Jakarta daripada di sana. Itu perlu dievaluasi betul untuk efisiensi dan efekifitas tatanan birokrasi yang ada di sana. Jadi nanti kita evaluasi betul, total nanti," ujar Djarot saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak (dibicarakan) sudah, sudah selesai. Orang kita hanya salah komunikasi saja. Tidak ada masalah lagi," kata Djarot.
"Wakil Gubernur ini bukan pasangan loh untuk kasus Pak Djarot. Saya yang melantik. Jadi, Wakil Gubernur kasus DKI sekarang lewat undang-undang, Perppu. Dia itu tidak beda dengan deputi sebetulnya," ujar Ahok pada Senin (1/6) lalu.
"Jelas (Ahok mengetahui penyelenggaraan PRJ Senayan 2015) karena tembusannya pasti ke Pak Gubernur, dan itu menggunakan lahan Sekretariat Negara. Senayan itu wilayah Sekretariat Negara, mungkin dia sewa di Setneg. Makanya, kami memberikan dukungan penuh, bukan memberi izin," kata Djarot di hari yang sama. (pit)