Keluarga Bocah Angeline yang Hilang Stres, Ibu Tiri Sakit

Eky Wahyudi, CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2015 14:05 WIB
Keluarga Bocah Angeline yang Hilang Stres, Ibu Tiri Sakit Ilustrasi anak. (Pixabay/Buerserberg)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga dari Angeline Megawe, bocah 8 tahun yang hilang di Bali, merasa tertekan dengan pemberitaan yang berkembang di media. Keluarga, menurut Yulia dari Safe Childhood Foundation, membantah telah menelantarkan Angeline.

Akibat tertekan, ibu tiri Angeline, Megriet Megawe, sempat jatuh sakit. Selain sang ibu, kedua kakak Angeline juga merasakan tekanan yang sama.

"Ibunya datang ke kami. Mereka merasa tertekan. Mereka enggak tahu harus berbicara kepada siapa. Akhirnya hanya bicara kepada jajaran Polda Bali dan kepada kami dari Safe Childhood Foundation," kata Yulia.


Yulia mengatakan keluarga merasa tidak menelantarkan Angeline. Keluarga mengatakan hanya ingin mendidik Angeline untuk mandiri.

"Ibunya mengatakan selalu memastikan Angeline mandi dan gosok gigi sebelum berangkat ke sekolah. Namun ibunya juga mendidik Angeline agar menjadi anak yang mandiri, bisa sendiri masak, mencuci piring, dan memberi pakan hewan," kata Yulia kepada CNN Indonesia, Minggu (7/6).

Keluarga juga ingin mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut ibu Angeline tidak ada ketika rumahnya disambangi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Yohana Yembise. Sang ibu, menurut Yulia, mengatakan saat itu sedang berada di rumah anak pertamanya di Canggu.

"Ketika Bu Menteri berkunjung, Ibu Angeline sedang di rumah anaknya di Canggu. Ibunya dibawa ke Canggu karena sakit. Pemberitahuan ada menteri yang akan berkunjung juga mendadak," kata Yulia.

Angeline merupakan anak ketiga dari ibu tirinya, Megriet Megawe. Sebelum hilang, Angeline tinggal dengan ibunya dan seorang pembantu di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Sanur, Denpasar, Bali.

Berdasarkan keterangan keluarga, Angeline hilang pada Sabtu, 16 Mei, saat ingin menemui pembantunya untuk memberikan sebuah pensil. Ketika hilang Angeline mengenakan baju daster panjang warna biru, sandal warna kuning, dan rambut dikuncir. (agk/agk)