“AA masih saksi saja. Dia perantara Margriet saat mencari pembantu. Kebetulan AA ini teman tersangka (pembunuh Angeline) Agus. Jadi saat Margriet mencari pembantu, AA menghubungi Agus, teman sekolahnya,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto kepada CNN Indonesia, Selasa (16/6).
Hery menyatakan AA tak berasal dari daerah yang sama dengan Margriet. “AA dari Sumba. Margriet tidak. Margriet dari Kalimantan Utara,” kata dia. (Baca juga Jejak Margriet: Tarakan, Pekanbaru, Bekasi, Hingga Denpasar)
Hari ini Margriet akan diperiksa sebagai saksi sekaligus tersangka. Ia menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Angeline, dan tersangka dalam kasus dugaan penelantaran anak terhadap Angeline.
“Margriet akan diperiksa sebagai saksi dengan lie detector untuk tersangka Agus (dalam kasus pembunuhan Angeline). Selanjutnya baru dia diperiksa sebagai tersangka (di kasus penelantaran anak),” ujar Hery.
Selain Margriet, kata Hery, ada pula pemeriksaan tambahan dari saksi ahli, yakni pakar forensik. (Baca juga: Barang Bukti Kasus Angeline Tiba di Jakarta, Cek Forensik Dipercepat)
Seluruh saksi dan tersangka dalam kasus Angeline diperiksa dengan lie detector untuk menghindari kemungkinan mereka berbohong. “Dari beberapa pemeriksaan, khususnya Agus, keterangan dia selalu berubah-ubah. Ditanya ini, jawabnya sekarang bisa A, nanti B,” ujar Hery. (Baca juga: Lie Detector Bongkar Agus Bohong soal Rp 2 Miliar dari Margriet)
Simak Fokus: Siapa Bunuh Angeline?
Angeline yang dilaporkan hilang pada 16 Mei, Rabu pekan lalu (10/6), ditemukan tewas dikubur di halaman belakang rumahnya, Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar. Angeline merupakan anak angkat Margriet dan suaminya yang warga Amerika Serikat, Douglas, yang wafat tiga tahun lalu. Sebelum mengangkat Angeline sebagai anak, Margriet sudah memiliki dua anak perempuan dari dua perkawinan dengan pria AS yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT