Namun imbauan tersebut tidak akan disampaikan secara tertulis. "Saya pikir imbauan tidak perlu tertulis. Kami percaya betul ormas Islam dari waktu ke waktu semakin dewasa dalam melihat persoalan seperti ini," ujar Lukman saat ditemui di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari aksi-aksi sweeping tempat hiburan dan rumah makan, Lukman menganjurkan semua pihak untuk saling menghormati agar sikap toleransi bisa terwujud.
Menurut Din, perlu ada sikap toleransi dan tenggang rasa antara sesama umat Islam agar kesucian Ramadan bisa benar-benar terasa. "Yang puasa kita hormati, tapi juga ada diantara umat Islam karena alasan tertentu, dalam perjalanan, sakit, yang diperbolehkan tidak berpuasa juga bisa dihormati oleh yang berpuasa. Jangan dipaksa puasa," ucap Din.
Diketahui, sejumlah ormas Islam kerap melakukan sweeping dan menggerebek sejumlah lokasi selama bulan puasa. Mereka melarang mereka yang tidak berpuasa untuk makan di restoran maupun warung. Pemilik warung maupun rumah makan juga dilarang untuk membuka kiosnya selama bulan Ramadan. (rdk)