Menurut Kepala Bappeda DKI Jakarta Tuty Kusumawati, kehadiran penanda batas daerah berupa tugu atau gerbang semakin diragukan efektifitasnya saat ini. Apalagi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dikatakan Tuty, sudah mencanangkan Jakarta sebagai kota terbuka bagi para warga yang hendak datang kedalamnya.
"Kita lihat juga sekarang batas Jakarta dengan kawasan Bodetabekjur (Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur) kan sudah hampir-hampir menyatu. Apakah memang masih diperlukan batas-batas dalam bentuk tugu atau gapura seperti itu?" kata Tuty kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saran tersebut disampaikan setelah dirinya memimpin rapat paripurna dengan agenda pemberian pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta terhadap dua raperda tersebut.
Walaupun meragukan pentingnya keberadaan penanda batas wilayah di kawasan perbatasan ibu kota, namun Tuty mengatakan bahwa dirinya akan meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di DKI Jakarta untuk melakukan inventarisasi batas ibu kota dalam beberapa waktu ke depan.
"Untuk pelayanan publik, kita memang memberikan kuota kepada penduduk yang ada di Bodetabek, misalnya kuota untuk dapat sekolah (di Jakarta), kemudian kemudahan untuk beraktivitas di Jakarta," kata Tuty.
DKI Jakarta diketahui berbatasan langsung dengan Provinsi Banten di bagian barat, dan Provinsi Jawa Barat di bagian selatan dan timur. Sementara di bagian utara DKI Jakarta langsung berbatasan dengan Laut Jawa. (pit)