Ratas yang digelar di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6) itu dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas) Andrinof Chaniago.
Hadir pula Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrachman Ruki, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menggarisbawahi bahwa pemerintah ingin meningkatkan pemberantasan dan pencegahan korupsi agar target pertumbuhan ekonomi yang telah direncanakan benar-benar bisa tercapai.
Tak hanya itu, Jokowi menuturkan, pemerintah juga ingin membangun sistem yang baik dengan akuntabilitas yang akurat dengan melalui pembangunan sistem e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue, e-audit, serta pajak online yang mampu memperkuat sistem pengawasan dan akuntabilitas sistem pemerintahan baik di pusat maupun di daerah.
"Dan saya meyakini ini banyak sekali mengurangi korupsi di daerah maupun di pusat," kata dia. (hel)