"Kalau NasDem dihilangkan, dikasih ke siapa. Apa alasannya. Harus dijelaskan," ujar Rio di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/6).
Sebelumnya, Kelompok Studi Mahasiwa Universitas Indonesia (KSM UI) melakukan survei terhadap enam bulan kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Survei yang dilakukan pada bulan April sampai Mei 2015 menghasilkan anggapan bahwa kinerja pemerintahan Jokowi masih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Tedjo merupakan kader Partai NasDem. Selain Tedjo, ada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan Jaksa Agung Prasetyo yang juga merupakan kader Partai NasDem. (Baca juga: Diminta Jokowi Buat Laporan, Menteri Yuddy Tak Was-was)
Dari 34 kursi menteri di Kabinet Kerja, 15 orang berasal dari partai politik dan 19 orang dari kalangan profesional. Selain empat menteri dari NasDem, 11 menteri lainnya yang berasal dari partai politik antara lain, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (PDIP), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (PDIP), Menteri hukum dan HAM Yasonna Laoly (PDIP), Menteri BUMN Rini Soemarno (PDIP), Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga (PDIP).
Selain itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin (Hanura), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara- Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi (Hanura).
Ada juga Menteri PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar (PKB), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (PKB), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (PKB), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (PKB), dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (PPP).
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta tiap kementerian dan lembaga untuk memberikan dua halaman laporan berisi capaian program dalam enam bulan lalu dan rencana program dalam enam bulan ke depan. (Baca juga: Perombakan Kabinet Masuk Pembicaraan Formal Jokowi-DPR)
Laporan kinerja para menteri ini diminta Jokowi karena isu adanya perombakan kabinet akan dilakukan setelah Lebaran. Beberapa menteri dinilai publik kurang menunjukkan kinerja yang kurang baik. Salah satu yang disoroti adalah menteri di bidang perekonomian karena dinilai tidak cukup responsif menjaga kestabilan harga-harga pokok.
Presiden Jokowi menyebutkan, penilaian kinerja seluruh kementerian dikategorikan dengan nilai merah, kuning, dan hijau. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan, Presiden memutuskan sendiri perkara penilaian tersebut.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno berpendapat, melalui laporan tersebut Presiden ingin tahu kementerian mana saja yang masih harus mendapat pengawalan dan mana saja yang sudah bisa bekerja secara mandiri.
(hel)