Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya menyatakan kalangan sipil atau keluarga anggota TNI yang menjadi penumpang tidak mendapat asuransi sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tidak ada asuransi, adanya santunan bagi keluarga TNI yang menjadi korban. Santunan beda dengan asuransi,” ujar Fuad kepada CNN Indonesia, Rabu (1/7).
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fuad menambahkan, santunan juga akan diberikan oleh TNI kepada warga di lokasi jatuhnya Hercules yang menjadi korban. Namun untuk jumlahnya Fuad juga belum mengetahui.
Dwi mengatakan pihak TNI AU nantinya akan memberikan santunan kepada pihak keluarga dari para penumpang sipil yang menjadi korban tewas. “Sifatnya bantuan,” ucap Dwi yang belum dapat menyebut berapa besarnya santunan. (Baca: Korban Hercules Jatuh Capai 130 Pagi Ini, 41 Teridentifikasi)
Dwi menuturkan besaran santunan juga sudah diatur sesuai dengan kategorinya. “Misalnya untuk keluarga yang meninggal dapat berapa, yang luka dapat berapa,” kata Dwi.
Adapun 12 prajurit TNI yang ada di pesawat nahas tersebut terdiri dari:
Awak pesawat:
1. Kapten Sandy Permana (Pilot)
2. Letnan Satu Pandu Setiawan (Kopilot)
3. Letnan Dua Dian Sukma (pilot cadangan)
4. Kapten Riri Setiawan (navigator)
Teknisi :
1. Sersan Mayor Bambang
2. Pembantu Letnan Satu Ibnu Kohar
3. Pembantu Letnan Satu Andik
4. Pembantu Letnan Dua Parijo
5. Pembantu Letnan Satu Ngateman
6. Pembantu Letnan Satu Yahya Komari
7. Pembantu Letnan Dua Agus Pur
8. Pembantu Letnan Dua Alvian
(obs)