Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, sebanyak belasan ambulans dari Detasemen Markas (Denma) Markas Besar Angkatan Udara telah berada di Apron Base OPS TNI AU Halim Perdanakusuma dan langsung meposisikan siaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini di sana sudah dilakukan upacara pelepasan," ujarnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/7).
“Yang 28 orang teridentifikasi karena mengenakan pakaian dinas TNI yang tertera namanya di dada, jadi mudah bagi kami identifikasi itu,” kata Ketua Tim DVI Ajun Komisaris Besar Zulkhairi di RSUP H Adam Malik, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7).
Berdasarkan rilis yang diterima CNN Indonesia, pesawat yang dikemudikan oleh Kapten (Pnb) Sandy Permana (AAU 2005) melaksanakan take off dari Lanud Suwondo Medan, pada pukul 11.48 WIB menuju Lanud Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan misi melaksanakan PAUM (Penerbangan Angkutan Udara Militer). Namun, nahas, pesawat meledak dan jatuh pada Selasa (30/6) siang di kawasan Letjend Jamin Ginting.
Berdasarkan keterangan, PAUM adalah operasi rutin yang dilaksanakan TNI AU berupa pengangkutan personel atau prajurit yang melaksanakan pergeseran dinas maupun logistik TNI AU dari satu Lanud ke Lanud lainnya.
Seorang saksi, Anita Anastasia, seorang warga yang tinggal sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian mengaku mendapat cerita Ibunya ada pesawat besar berwarna hijau terbang rendah sebelum akhirnya mendengar informasi jatuh. (Baca Juga: Saksi Lihat Hercules Terbang Rendah di Medan Sebelum Jatuh)
"Kami enggak mendengar bunyi. Tapi saat ini memang asap tebal terlihat jelas dari rumah kami," kata Anita kepada CNN Indonesia. (utd)