“Pemerintah sudah dengar keluhan itu. Saya sudah ngomong sama Menaker (Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri) semalam. Sudah konsultasi dan sepakat,” kata Sofyan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Draf PP, ujar Sofyan, akan direvisi oleh Menteri Hanif. (Baca juga: Kisruh BPJS, Mantan Dirut Jamsostek Salahkan Pemerintah)
Menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa itu mengatakan pemerintah terbuka terhadap aspirasi publik terkait program Jaminan Hari Tua. (Baca Menteri Hanif: Aturan BPJS Ketenagakerjaan Perlu Transisi)
Penolakan atas aturan baru JHT berpokok pada waktu pengambilan dana yang kini harus setelah 10 tahun masa kerja, bukan lima tahun seperti di regulasi lama. Padahal menurut Hanif, semua itu demi mengembalikan fungsi JHT sebagai skema perlindungan hari tua saat pekerja tak lagi produktif.
Jaminan Hari Tua, kata Hanif, memang bukan tabungan biasa yang dapat kapan pun dicairkan sehingga tak lagi berfungsi sebagai perlindungan untuk masa tua. (agk)