"Sejak kejadian tersebut, ada 20 penerbangan dari pukul 07.00 - 12.00 WIB dan 60 penerbangan dari pukul 12.00 - 18.00 WIB (yang mengalami keterlambatan)," kata Arif saat ditemui di Gedung Angkasa Pura, Ahad malam (5/7). Angka tersebut cukup mencengangkan lantaran dalam satu hari Garuda Indonesia bisa memberangkatkan 130 hingga 160 pesawat. (Baca juga: Soetta Kebakaran, 160 Penerbangan Garuda Berpotensi Telat)
Keterlambatan yang terjadi pada penerbangan pukul 07.00-12.00 WIB mencapai satu setengah hingga tiga jam. Sedangkan untuk penerbangan di atas pukul 12.00 WIB keterlambatan mencapai empat jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, cara menggunakan pesawat berbodi lebar pun diterapkan oleh Garuda Indonesia. Pesawat Boeing 747-400 tersebut digunakan untuk mengangkut empat penerbangan sekaligus yang menuju Denpasar dan Surabaya.
Satu cara lain yang digunakan Garuda Indonesia adalah mempercepat penerbangan dalam hitungan menit. "Lima penerbangan dalam 15 menit sudah kita lakukan, kita harap semakin pendek." (Baca juga: 4 Flight Telat, Garuda Angkut Sekaligus Pakai Boeing 747-400)
"Penerbangan internasional tak terganggu, ada 25 penerbangan. Mungkin hanya yang ke Benua Asia saja karena kebanyakan penerbangan internasional malam hari," ujar Arif.
Akibat kebakaran Terminal 2E tersebut, para penumpang terpaksa dipindahkan ke Terminal 2D dan Terminal 2F. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo menyatakan, Terminal 2E sudah selesai dibersihkan karena kebakaran. Dia berharap, besok terminal untuk keberangkatan dan kedatangan internasional itu sudah bisa dioperasikan.
(hel)