Menurutnya, pesan nawacita yang selama ini didengungkan oleh Jokowi selama kampanye tidak terlihat di 34 pembantunya yang tergabung dalam Kabinet Kerja. Siti Zuhro bahkan mempertanyakan mau dibawa kemana Kabinet Kerja yang bernaung pada nawacita ini.
"Kabinet Kerja, kata kerja itu kosakata umum saja. Kalau Kabinet Nawacita, ada filosofinya dan rujukannya jelas," ucap Siti Zuhro di Jakarta, Ahad (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui tingginya ekspektasi rakyat kepada Jokowi sudah terlihat sejak Jokowi menjadi calon Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama. Kemudian, selama kurang lebih 18 bulan menjabat, elektabilitas Jokowi menjadi presiden pun sangat tinggi.
Kendati demikian, Ia mengatakan Presiden Jokowi sepertinya lupa akan hal tersebut. Itu terlihat dari cukup bengkaknya jumlah menteri di Kabinet Kerja. Padahal, adanya perubahan dan penggabungan di beberapa kementerian.
"Dulu apapun yang dilakukan SBY dikritisi sangat tajam. Tapi kali ini (pemerintahan Jokowi), sepertinya pada speechless," ucapnya.
Oleh karena itu, Siti menilai Presiden Jokowi belum memunculkan sosok kepemimpinannya secara utuh. Hal ini yang kemudian berimbas pada tidak adanya 'senjata' yang dapat dibanggakan oleh pemerintahan Jokowi selama 100 hari bahkan dalam satu tahun pertama pemerintahannya. (sip)