Selain dengan Kemendagri, BIN juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menjalankan operasi di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah resmi dilantik menjadi Kepala BIN, Sutiyoso mengaku tantangan yang paling dekat dihadapi adalah membuat pilkada serentak berjalan aman. Namun personel BIN tidak cukup untuk menghadapi pilkada serentak.
Penambahan personel memang menjadi prioritas Sutiyoso saat ini lantaran kondisi personel yang tidak ideal untuk bisa mengawal pilkada serentak. “Untuk menghadapi pilkada serentak saja ini, sebanyak 269 (deaerah), maka rata-rata satu anggota intelijen dari intelijen daerah menghandle tiga kabupaten. Itu tidak masuk akal satu orang untuk tiga kabupaten, apalagi di luar jawa,” ujarnya.
Menurut Sutiyoso, pengamanan pilkada serentak bukan perkara mudah. Dalam perhitungan buruk, sebut saja akan ada 10 persen dari daerah pilkada serentak itu akan rusuh, maka jumlahnya akan ada 27 daerah.
Kalau kerusuhan itu terjadi dalam waktu yang bersamaan dan dengan lokasi yang jauh terpencar-pencar, maka penanganan makin rumit. “Kalau itu terjadi, citra kita sudah akan buruk sekali. Oleh karena itu nanti BIN tentu saja akan bekerja sama ketat dengan aparat, baik itu TNI, maupun kepolisian,” katanya.
Dalam perhitungan Sutiyoso, komposisi ideal dalam BIN adalah setidaknya dalam satu kabupaten ada dua sampai tiga agen. Hal itu penting untuk bisa menyerap segala informasi yang diperlukan terkait pertahanan dan keamanan. (rdk)