"Pimpinan DPR justru mendorong agar KPU bekerja lebih keras dan pilkada tidak terganggu," ujar Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sekretaris Fraksi NasDem Syarif Alkadrie menilai ada skenario penundaan pilkada dibalik diselenggarakan rapat konsultasi di masa reses. Menurutnya, ada banyak hal yang mendesak lainnya selain membahas evaluasi kinerja KPU atas Pemilu 2013-2014 lalu.
Diketahui, BPK mengungkapkan hasil temuan atas audit kinerja KPU untuk Pemilu 2013-2014 pada pimpinan DPR, Komisi II dan Komisi III pada Mei lalu. Dari audit tersebut, ditemukan ketidakpatuhan KPU pada ketentuan perundang-undangan bernilai kurang lebih Rp 334 miliar.
Nilai itu terdiri dari tujuh jenis temuan ketidakpatuhan, yakni indikasi kerugian negara Rp 34 miliar; potensi kerugian negara Rp 2,2 miliar; kekurangan penerimaan Rp 7,3 miliar; pemborosan Rp 9,7 Miliar; yang tidak diyakini kewajarannya Rp 93 miliar; lebih pungut pajak Rp 1,35 miliar; dan temuan administrasi Rp 185,9 miliar. (rdk)