Juru Bicara Pansel KPK Betti Alisjahbana mengaku tidak bisa membahas dengan spesifik soal alasan kedua orang tersebut tidak lolos seleksi Tahap II, yakni tes obyektif dan makalah kompetensi yang digelar pada 8 Juli 2015 lalu di Pusdiklat Sekretariat Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, tutur dia, masukan dari masyarakat, terutama yang berkaitan dengan integritas dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan antikorupsi, juga dijadikan bahan pertimbangan.
"Jadi mulai dari sifat-sifatnya, karakternya, sampai ke kompetensi. Setelah itu, kami masuk ke bagian yang sangat penting, yaitu rekam jejak, baik dari segi transaksi keuangan, ketaatan di dalam membayar pajak, dan kami juga melihat gaya hidup," kata Betti.
Mantan Presiden Direktur IBM Indonesia itu menegaskan, timnya hanya ingin mendapatkan calon-calon yang benar-benar berintegritas dan menghindari masalah-masalah hukum di kemudian hari, karena bagaimanapun tugas pimpinan KPK sangat penting.
"Sebagai role model maupun juga di dalam melakukan langkah-langkah pemberantasan dan pencegahan korupsi. Dan kita tahu tugas memberantas korupsi itu pasti akan banyak friksi-friksi, mungkin serangan balik. Jadi kami mencari kandidat yang sesedikit mungkin masalahnya dan faktor integritas itu sangat penting," ujar dia. (meg)