Kepadatan di Stasiun Senen tidak hanya berasal dari pemudik yang kembali ke ibu kota, melainkan juga diakibatkan masyarakat yang ingin ke luar kota menggunakan jasa kereta api.
Untuk jumlah penumpang turun di Stasiun Senen pada Senin (20/7) tercatat ada 13.955 orang. Sementara untuk penumpang naik jumlahnya mencapai 16.099 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kondisi yang terpantau dari Stasiun Gambir juga terlihat normal dan cenderung lengang.
Untuk kondisi stasiun di luar Jakarta, suasana stasiun terlihat relatif ramai tanpa ada kepadatan yang berarti. Berdasarkan pantauan CNN Indonesia di Posko Dirjen Perkeretaapian, suasana yang cukup ramai terlihat di Stasiun Jebres, Stasiun Kutoardjo,
dan Stasiun Purwokerto.
Sedangkan untuk Stasiun Tugu, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Tawang, Stasiun Madiun, Stasiun Malang, dan Stasiun Poncol cenderung lengang dan sepi.
Kepala posko harian Dirjen Perkeretaapian Bernedetta mengatakan, peningkatan arus balik untuk moda transportasi kereta api diperkirakan akan terjadi pada Senin (20/7) malam dan Selasa (21/7).
Hal tersebut diakibatkan banyak pegawai negeri sipil yang harus masuk kerja pada 22 Juli.
"Mungkin Selasa pagi atau atau malam ini. Kemungkinan naik lagi pada Sabtu malam atau Minggu pagi," ujar Bernedetta kepada CNN Indonesia.
Sebelumnya, arus balik untuk perkeretaapian diprediksi meningkat pada H+2 atau Senin (20/7). Namun, prediksi itu meleset karena ternyata kondisi stasiun masih terlihat sepi.
Baru Berlibur
Dari data kepadatan di Stasiun Senen dan Stasiun Gambir, jumlah penumpang kereta api yang sudah meninggalkan Jakarta masih cenderung tinggi.
Menurut Bernedetta, hal ini kemungkinan disebabkan adanya penumpang yang baru akan mudik, maupun baru akan pergi berlibur.
"Mungkin mau naik pesawat tidak dapat, lalu naik kereta. Bisa saja. Atau liburnya sengaja setelah lebaran," ujarnya. (pit)