Abu Gunung Raung Buat Penerbangan Terlambat Satu Jam

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Senin, 20/07/2015 22:30 WIB
Abu Gunung Raung Buat Penerbangan Terlambat Satu Jam Gunung Raung mengeluarkan awan panas terlihat dari Desa Melaten, Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (12/7). (ANTARA/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas Bandara Adi Sucipto Yogyakarta memaparkan, aktivitas Gunung Raung menyebabkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan karena adanya pengalihan rute yang dilakukan untuk mengindari embusan abu vulkanik Gunung Raung.

"Terkait Gunung Raung, yang berangkat dari Denpasar dan Lombok, delay-nya sekitar satu jam karena mereka menggunakan rute untuk menghindari debu gunung raung," kata salah satu petugas Bandara Adi Sucipto saat melakukan tele conference dengan Pusat Koordinasi Monitoring Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/7).

Berdasarkan laporan yang diterima Posko Dirjen Perhubungan Udara di Pusat Monitoring Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan, perjalanan dari Bali menuju Yogyakarta yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit menjadi 2 jam 15 menit.


Penggunaan rute sementara saat terjadi bencana seperti ini biasa disebut dengan nama tactical route. Kondisi ini dilakukan manakala perubahan yang terjadi di lapangan begitu cepat.

"Tactical route diserahkan pada operational di lapangan karena arah angin berubah-ubah," ujar petugas posko Dirjen Perhubungan Udara, Taruna kepada CNN Indonesia.

Sampai saat ini, kondisi Gunung Raung masih belum terlalu mengganggu penerbangan. Aktivitas Gunung Raung dengan abu yang mengarah ke arah utara atau menuju Sumenep hanya menyebabkan penutupan Bandara Trunojoyo. Bandara tersebut sering digunakan untuk sekolah penerbangan, bukan untuk penerbangan komersil.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan abu vulkanis dari Gunung Raung hari ini (20/7) tidak mengganggu penerbangan di Bandara Juanda. Jadi, tidak ada gangguan yang berarti untuk penerbangan dari dan menuju Bandara Juanda.

"Sementara ini Gunung Raung masih mengeluarkan abu vulkanik. Arahnya menyebar ke arah utara, timur laut sehingga untuk Bandara Juanda, penerbangan cukup aman," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Mulyono R. Prabowo. (sip)