Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, perkembangan ketiga gunung tersebut masih sama seperti yang kemarin, Ahad (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi asap berkisar 150-800 meter, dominan kurang 500 meter dari puncak, terdistribusi ke arah Barat-laut. Pemetaan abu vulkanik di lapangan, menunjukkan ketebalan abu di desa-desa sektor Barat laut berkisar 1.5-6.0 mm (tipis-sedang). Embusan asap dominan berwarna putih, mengindikasikan bahwa kandungan asap didominasi uap air, tidak terlihat kandungan material abu vulkanik.
Pihak BPBD Kota Ternate, TNI, Polri dan Pemerintah Kota Ternate memberikan bantuan masker. Dapur umum pun didirikan, Dinas Sosial Kota Ternate memberikan bantuan sembako beras lima ton. (Baca: Raung dan Gamalama Erupsi, Kemenpar Perkuat Crisis Center)
Sementara itu status Gunung Sinabung masih tetap Awas dan berada pada level 4. Sebanyak 11.111 jiwa (3.150 KK) mengungsi di 10 pos pengungsian. Pada Minggu (19/7) Gunung Sinabung kembali mengeluarkan guguran awan panas, berdasarkan pantauan Closed Circuit Television (CCTV) jarak luncur sejauh 4000 meter ke arah Tenggara-Timur, tinggi kolom asap tidak teramati karena Gunung Sinabung tertutup kabut, angin tertiup perlahan ke arah Timur-Tenggara.
Di Jawa Timur, Gunung Raung masih erupsi dengan asap kelabu kehitaman tebal dan tekanan lemah dengan tinggi 1.500-2.000 meter ke arah Utara-Timur laut-Timur. Status Siaga berada pada level 3. Namun, tidak ada pengungsian. (obs)