Sindikat Gembel, Datang dan Berlalu Seiring Ramadan

Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Rabu, 22/07/2015 05:30 WIB
Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum bisa memberikan sanksi terhadap para koordinator atau penyalur sindikat gembel. Seorang pengemis tampak tidur di pinggir jalan raya di sekitaran Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 15 April 2014. (Detik Foto/Hasan Al Habshy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan keberadaan kelompok pengemis dan pemulung “jadi-jadian” telah secara terorganisir mendatangi kota-kota besar, terutama Jakarta, untuk mendulang harta dengan cara memanfaatkan momentum tertentu.

Berdasarkan hasil temuan di Kementerian Sosial, pada awal Ramadan menjadi pilihan waktu favorit mereka yang belakangan lebih dikenal dengan istilah 'sindikat gembel'.

"Mereka biasa datangnya menjelang puasa, karena berharap bakal mendapatkan banyak rezeki di bulan Ramadan," ujar Khofifah saat ditemui di rumah dinasnya, Jakarta, Senin (20/7). (Baca: Sindikat Pemasok Gelandangan Incar Buka Bersama dan Sahur)


Khofifah tidak menampik banyak dari gelombang kedatangan para pengemis atau pemulung dadakan itu teridentifikasi memiliki orang atau kelompok yang berperan sebagai pengoordinir. Mereka punya peran sebagai pemasok, penyebar, sekaligus pengaman para gembel rekrutan.

Orang-orang yang punya peran sebagai dalang penyebar gembel jarang tersentuh hukum. Mata rantai struktur penyebaran kerap terputus di lapangan ketika petugas dari Kemensos berusaha memulangkan mereka ke kampung asal.

"Puasa kemarin Kemsos memulangkan mereka. Seringkali yang terkena razia itu gembelnya sehingga memang harus dirunut hingga koordinatornya, biar sama-sama merasakan jera," ujarnya.

Menurut Khofifah, Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum bisa memberikan sanksi terhadap para koordinator atau penyalur sindikat gembel. Hal itu bisa diterapkan untuk bisa setidaknya mereduksi fenomena musiman tersebut.

"Pada dasarnya supliernya itu teridentifikasi dari daerah mana saja. Komandannya mengendalikan dari jarak jauh," kata Khofifah. (Baca: Gelandangan dari 3 Provinsi ke Jakarta Kantongi Puluhan Juta)

Khofifah mengatakan kementeriannya memetakan penyebaran sindikat gembel mulai dari tingkat desa, kabupaten, hingga provinsi --terutama Jawa dan Lampung. Namun untuk saat ini dia mengaku belum bisa mempublikasikan soal jumlah dan lokasi asal/tujuan penyebaran.

Berdasarkan hasil pantauan CNN Indonesia, salah satu lokasi yang kedapatan didatangi kelompok gembel dadakan terletak di sebuah kawasan perumahan di Pondok Gede, Bekasi. Kawasan itu jadi semacam titik lokasi berkumpul. Masing-masing dari mereka memiliki kelompok kecil laiknya keluarga yang bertahan hidup dalam sebuah gerobak dorong. (Baca: Menteri Khofifah: Gepeng Musiman Jadi Tren Tiap Ramadan)

Dalam kurun sekitar satu pekan selama awal Ramadan, para “manusia gerobak” itu mendadak hilang dan tidak diketahui di mana keberadaannya, sebagaimana kedatangan mereka yang tiba-tiba muncul begitu saja.

(obs/obs)