“Penegakan hukum kewenangan aparat. Perdamaian sudah kami lakukan,” kata khatib dan tokoh muslim Tolikara, Ali Mukhtar, kepada CNN Indonesia, di Karubaga, Kamis (23/7). (Baca: Pendeta GIDI dan Imam Masjid Baku Peluk di Tolikara)
“Kami sudah aman. Sudah menyelesaikan secara adat dan bermaafan,” kata Sekretaris Badan Pekerja GIDI Wilayah Toli, Pendeta Marthen Jingga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kenduri di Tolikara saat ini spesial, sebab warga mengganti babi dengan sapi. “Seharusnya potong babi, tapi saudara muslim tidak makan babi. Jadi kami mau cari sapi,” ujar Pendeta Marthen.
Tokoh adat dan putra daerah setempat, Viktor Kogoya Yikwa, bersyukur dengan perdamaian di daerahnya. “Siapa yang salah, siapa yang benar, kami serahkan kepada aparat supaya tidak ada kekacauan lagi. Yang jelas masyarakat pakai jalur damai,” kata dia. (Baca juga Identitas Tersangka Tolikara: Pegawai Bank dan Staf Pemda)
Perdamaian kedua kelompok di Tolikara diresmikan Rabu (22/7) di lapangan Koramil. Pendeta Yunus Wenda dari GIDI dan Ustaz Ali Mukhtar saling bersalaman dan berpelukan. Yunus meminta maaf karena telah menyakiti hati muslim. Yunus dan Ustaz Ali berharap seluruh warga Tolikara kembali bersatu.
Sementara itu, Bupati Tolikara Usman Wanimbo telah meletakkan batu pertama dalam rangka relokasi rumah dan kios yang hangus terbakar dalam kerusuhan. Saat peletakan batu pertama itu, Usman didampingi Kapolda Papua Irjen Yotje Mende, Pangdam Militer XVII/Cendrawasih Mayor Jenderal Fransen G. Siahaan, Pendeta Marthen, Ustaz Ali, dan para pemuda muslim serta Kristen. (Baca: Tolikara Banjir Bantuan Sosial, Rehabilitasi Dimulai)
Dua tersangka kerusuhan Tolikara, Arianto Kogoya (26) dan Jundi Wanimbo (31), kini telah dibawa ke Polda Papua di Jayapura untuk diperiksa intensif. Arianto merupakan pegawai Bank Papua di Tolikara, sedangkan Jundi pegawai negeri sipil di bagian keuangan Pemerintah Daerah. (Baca: Polisi Ungkap Peran Dalang Kerusuhan Tolikara)
Simak terus perkembangan pengusutan kasus Tolikara di Fokus: Biang Kerok Tolikara Tertangkap (agk)