Bamsoet, sapaan Bambang Soesato, menilai seharusnya pihak Munas Bali yang boleh mengajukan pasangan calon kepala daerah ke KPU karena sudah memiliki hasil putusan PN Jakut.
Menurutnya untuk partai bersengketa, KPU memberikan jalan dengan cara dua pihak yang berseteru boleh mengajukan calon di dua berkas yang berbeda, namun dengan pasangan calon kepala daerah yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari awal mereka (KPU) diduga sudah terlibat konspirasi jahat dengan kekuasaan dan oknum Golkar untuk menghancurkan partai," ucap Bamsoet, Senin (27/7).
Jumat (24/7) lalu, PN Jakut mengabulkan gugatan Golkar Munas Bali dan menyatakan kepemimpinan Aburizal Bakrie dan Idrus Marham yang sah. Dengan demikian, kepengurusan Golkar Agung Laksono cs langsung bersifat tidak sah.
Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Lilik Mulyadi mengatakan putusan itu memiliki kekuatan hukum yang tetap. Tidak tinggal diam, Agung Laksono cs pun langsung mengajukan banding atas putusan itu.
Atas putusan PN Jakut, KPU memang tidak serta merta langsung mengambil sikap, sebab, KPU akan tetap menunggu proses hukum yang masih terus berlanhut terhadap Surat Keputusan menteri Hukum dan HAM mengenai pengesahan partai politik yang bersengketa.
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan pengesahan kepengurusan partai ditentukan SK Menkumham. Maka, KPU hanya akan menerima kepengurusan sesuai dengan yang lebih dahulu disahkan Menkumham.
Sebelumnya, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan Peraturan KPU (PKPU) tidak mengatur mengenai putusan serta merta Pengadilan Negeri. (pit)