"Karena ada proses pendinginan di lautan Indonesia, maka akan terjadi penumbuhan klorofil di bagian barat Sumatera dan bagian selatan Jawa. Hal ini akan membuat produksi panen ikan berlimpah," kata Andi saat konferensi pers di gedung BMKG, Jakarta, Kamis (30/7).
Selain itu, Andi juga mengatakan fenomena El Nino juga dapat dimanfaatkan oleh petambak garam. Terjadinya pengurangan curah hujan dinilai menjadi momen yang tepat bagi petambak garam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
El Nino diprediksi akan menguat mulai Agustus hingga Desember 2015. Tren penguatan El Nino tahun ini ditunjukkan oleh kenaikan indeks ENSO dari 1,6 pada Juni menjadi 2,2 pada Desember 2015.
"Daerah-daerah di Indonesia yang berpotensi terkena dampak El Nino 2015 meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Sulawesi Selatan (Sulsel)," kata Andi.
El Nino adalah gejala penyimpangan kondisi meningkatnya suhu permukaan laut yang signifikan di Samudera Pasifik sekitar ekuator, khususnya di bagian tengah dan timur. Hal ini berdampak pada pengurangan jumlah curah hujan yang signifikan di Indonesia. (meg)