"Kalau ada laki-laki melihat agak kurang ajar, sudah mulai pelecehan, kasih kode. Begitu kirim kodenya akan muncul notifikasi lokasi," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota, Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aplikasi Safety Pin berasal dari India ini sudah ada ada dan bisa diunduh. Namun, belum ada versi Bahasa Indonesia. Hal inilah yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Baca juga: Kekerasan Seksual Anak Dominasi Laporan ke LPSK)
Selain Safety Pin, untuk menurunkan angka kejahatan di wilayahnya ia juga akan memasang CCTV yang terintegrasi dengan pusat komando di kantor polisi.
"Makanya kita akan kasih bantuan hibah kepada polda untuk bikin command center (pusat komando) dihubungkan ke semua kantor subpolsek supaya bisa awasi," ujarnya.
Sebelumnya Ahok pernah menuturkan bahwa Polda Metro Jaya memerlukan sebuah pusat komando untuk mengawasi dan mengatur semua CCTV yang hendak dipasang di Jakarta. Ia juga berkata bahwa pemimpin pengawasan CCTV nantinya akan dipegang oleh Polda. (Baca juga:Dinas Pendidikan DKI Akui Gaji Guru Terlambat)
"Kami juga mau memberikan jaringan internet infrastruktur fiber optik kepada kepolisian, supaya sampai polisi sub-sektor bisa online semua," kata Ahok di Markas Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.
Pengawasan CCTV akan dilakukan oleh pihak kepolisian yang berada di tiap Kecamatan dan Kelurahan di Jakarta. Oleh karena itu, Ahok berjanji akan membantu penyediaan bantuan infrastruktur bagi Polsek yang ada di ibu kota.
"Nanti pengawasan CCTV ada begitu banyak di wilayah. Kan tidak mungkin di Polda mengawasi 6 ribu sampai 10 ribu CCTV. Nah ini yang harus mengawasi dibagi ke polisi subsektor," ujar Ahok.
Pemasangan CCTV akan mulai dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam waktu dekat ini. Setidaknya smapai akhir 2016 akan terpasang 6 ribu CCTV. (sur)