Jokowi Undang Anak dari Seluruh Provinsi ke Istana Bogor

Resty Armenia, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2015 12:58 WIB
Jokowi Undang Anak dari Seluruh Provinsi ke Istana Bogor Area mainan tradisional di Istana Kepresidenan Bogor, sebagai bagian peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (11/8). (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang ratusan anak dari seluruh provinsi di Indonesia untuk merayakan Hari Anak Nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Acara ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2015 yang bertemakan "Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak". Berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern pun ditampilkan.

Tak hanya itu, terdapat sepuluh area aktivitas anak dengan aneka kegiatan khas anak, seperti area Berita Indonesia, area Ceria Dongeng, area Selamatkan Bumiku, area Permainan Tradisional, area Wishing Tree, area Rumah Inovasi Incakap, area Sehat dan Ceria, area Corat-Coret, dan area Gerak Gembira.


Ibu Negara Iriana Widodo nampak hadir didampingi istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Kalla. Turut mendampingi juga beberapa menteri Kabinet Kerja dan Ketua DPR Setya Novanto serta Ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Saya titip anak-anak semuanya belajar yang baik. Jangan lupa ibadah, sembayang, olahraga biar sehat dan nanti kembali ke provinsi-provinsi, kota, kabupaten masing-masing selamat sampai di rumah," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Hal itu ia sampaikan setelah membagikan puluhan sepeda kepada beberapa anak yang berhasil menjawab pertanyaannya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise berharap tema yang diangkat acara ini mampu menjadi pengingat dan pendorong bagi segenap komponen bangsa bahwa lingkungan dan keluarga yang ramah anak sangat diperlukan dalam proses tumbuh kembang anak.

"Dengan demikian diharapkan hal tersebut bisa menggugah setiap individu, orangtua, keluarga, dan masyarakat dunia usaha, dan pemerintah akan pentingnya peran, tugas, dan kewajiban masing-masing dalam memenuhi hak dan melindungi anak," kata dia.

Menurut Yohana, hal yang juga tak kalah penting adalah mendorong keluarga Indonesia menjadi tempat pertama dan utama dalam pengasuhan yang berkualitas, memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pemahamam yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.




(hel)