Tak ke Kantor, Menteri Andrinof akan Hadiri Acara di Istana

Eky Wahyudi, CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2015 12:37 WIB
Humas Bappenas menyatakan Menteri Andrinof Chaniago akan ke Istana pukul 13.00 WIB. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Andrinof Chaniago. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Andrinof Chaniago tetap melakukan aktivitas seperti biasa meskipun terdengar santer hari ini akan ada reshuffe (perombakan) kabinet oleh Presiden Joko Widodo. Andrinof diketahui menghadiri sebuah acara sebelum berangkat ke Istana Negara, hari ini, Rabu (12/8).

Menurut salah satu staf Hubungan Masyarakat (Humas) Bappenas yang enggan disebutkan namanya, saat ini Andrinof sedang tidak berada di kantornya yang berlokasi di Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat. "Pak menteri tidak ada di kantor tapi nanti jam satu akan ke Istana," katanya.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia tampak beberapa awak media yang sedang menunggu di depan kantor Andrinof. Para pegawai Bappenas lalu lalang di lobi. Beberapa tamu juga tampak menunggu di lobi.


Seperti diketahui, Istana Negara akan menyelenggarakan acara pelantikan Gubernur Banten, Rano Karno di Istana hari ini. Kuat kabar setelah acara tersebut akan ada beberapa pergantian menteri di Kabinet Kerja. Undangan soal pelantikan menteri Kabinet Kerja juga sudah tersebar. Pelantikan menteri itu akan dilakukan di Istana Negara pukul 13.10 WIB.

Sebagaimana diketahui, sejak pagi tadi, Presiden Joko Widodo berada di Istana Bogor. Jokowi berada di sana untuk menggodog nama-nama menteri baru yang akan masuk ke Kabinet Kerja menggantikan menteri yang lama.

Karena itu, Jokowi pun mengubah agenda yang telah ditetapkan sebelumnya. Rencananya, Jokowi akan memberikan pengarahan kepada Polri terkait Pilkada Serentak 2015 di PTIK. Namun pengarahan itu kemudian digantikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). JK juga menyatakan bahwa pengumuman reshuffle akan dilakukan sekira 2 jam lagi.

Sekitar pertengahan Juni, Jokowi meminta seluruh menteri melaporkan kinerja kementerian untuk periode November 2014-Mei 2015 sekaligus menyampaikan perencanaan Juni-November 2015. Jokowi juga mengatakan ada kementerian yang mendapat rapor merah. Penilaian kinerja kementerian dibagi dalam kategori merah, kuning, dan hijau.

Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan seluruh masukan, laporan, dan data dari berbagai pihak yang diterima Presiden telah cukup sebagai bahan pertimbangannya untuk memutuskan soal reshuffle kabinet.

Tujuh menteri yang semalam dipanggil Jokowi ke Istana Negara, Jakarta, santer disebut merupakan menteri-menteri yang terdepak dari kabinet. Mereka ialah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

BACA FOKUS: Bongkar Pasang Menteri Jokowi
(hel)